Logo Bloomberg Technoz

PNBP Merosot 26% Jadi Rp115 Triliun, Semua Komponen Kompak Lesu

Dovana Hasiana
08 May 2025 15:25

Wamenkeu Suahasil Nazara dalam acara Omnibus Law Sektor Keuangan: Tantangan dan Antisipasi, Senin (20/2/2023). (Tangkapan layar Youtube DENTONS HPRP)
Wamenkeu Suahasil Nazara dalam acara Omnibus Law Sektor Keuangan: Tantangan dan Antisipasi, Senin (20/2/2023). (Tangkapan layar Youtube DENTONS HPRP)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi PNBP adalah Rp115,9 triliun hingga 31 Maret 2025, merosot 26,04% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding kinerja periode yang sama tahun lalu, Rp156,7 triliun. Hampir seluruh komponen PNBP kompak melambat.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memaparkan seluruh komponen penerimaan dari PNBP kompak melambat hingga terkontraksi pada kuartal I-2025, mulai dari Sumber Daya Alam (SDA) Migas hingga Badan Layanan Umum (BLU).

Sebagai gambaran, realisasi PNBP SDA Minyak dan Gas Bumi adalah Rp24,9 triliun pada kuartal I-2025. Angka ini turun 2,9% (yoy) dibandingkan dengan Rp25,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Suahasil menggarisbawahi rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) Desember 2024 hingga Februari 2025 adalah US$74,24/barel atau mengalami penurunan 4,42% disebabkan oleh melemahnya perekonomian China yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan permintaan minyak mentah Negeri Tirai Bambu.

"Kedua, kekhawatiran pasar atas potensi penurunan permintaan minyak dunia akibat penetapan tarif Amerika Serikat [AS] untuk Kanada dan Meksiko," ujar Suahasil dalam paparannya di agenda Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI, Kamis (28/5/2025).