Reli 8 Hari IHSG Terjegal, Investor Beralih ke Surat Utang
Redaksi
08 May 2025 11:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perdagangan aset portofolio di pasar domestik berlangsung cukup liar pada Kamis ini.
Berbagai sentimen mewarnai pergerakan harga saham, surat utang juga valuta. Pasar global masih cenderung waspada usai hasil FOMC Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat (AS) yang melontar kekhawatiran akan stagflasi perekonomian.
Bagi pasar domestik, kabar kejatuhan penerimaan pajak Indonesia hingga April yang memantik risiko defisit fiskal memperpanjang daftar kekhawatiran. Ditambah dengan rilis data kejatuhan cadangan devisa RI pada April yang jatuh ke level terendah dalam lima bulan.
Ada indikasi para pelaku pasar memilih keluar dulu dari aset berisiko dan menepi ke instrumen fixed income, terutama jelang long weekend.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pagi tadi dibuka menguat 0,29% berbalik anjlok hingga lebih dari 1% sesaat setelah data cadangan devisa April dirilis oleh Bank Indonesia. Pada pukul 11:36 WIB, IHSG beringsut ke level 6.893, mencerminkan penurunan 0,45%. IHSG sudah mencetak penguatan 15% dalam sebulan terakhir dan berhasil ditutup menguat selama delapan hari perdagangan beruntun.


























