Logo Bloomberg Technoz

Konsumsi rutin bawang putih dan bombai dipercaya bisa meningkatkan perlindungan tubuh terhadap kanker. Semakin banyak Anda mengonsumsinya, semakin tinggi pula kadar senyawa antikanker dalam tubuh Anda.

2. Anggur Merah: Antioksidan Tinggi Penangkal Sel Kanker

Ilustrasi Buah Anggur (Envato/seleznev_photos)

Anggur merah, terutama kulitnya, mengandung resveratrol—sejenis antioksidan kuat yang telah terbukti memiliki efek perlindungan terhadap kanker. Selain itu, anggur merah dan bijinya juga kaya akan flavanol, antosianin, tanin, dan katekin, yang semuanya memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Senyawa-senyawa tersebut bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas yang menjadi penyebab mutasi genetik dan pertumbuhan sel kanker.

3. Kacang-Kacangan: Kaya Serat, Cegah Kanker Payudara dan Usus

Kacang-kacangan seperti lentil, kacang polong, dan buncis merupakan sumber serat tinggi yang mendukung sistem pencernaan dan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Berdasarkan studi dari National Library of Medicine, pola makan tinggi serat dari kacang-kacangan dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 20%.

Serat dalam kacang-kacangan juga membantu mempercepat pembuangan zat sisa beracun dari tubuh yang berpotensi menyebabkan kanker, terutama kanker usus besar.

4. Wortel Mentah: Sumber Beta Karoten untuk Perlindungan Optimal

Pedagang memilih wortel di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (16/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Wortel mengandung beta karoten dalam jumlah tinggi, yaitu antioksidan yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Berdasarkan penelitian tahun 2023, konsumsi wortel mentah secara teratur mampu menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 17%.

Tak hanya itu, wortel mentah juga dipercaya mampu membantu mencegah kanker paru-paru, kanker pankreas, dan leukemia. Pastikan Anda mengonsumsi wortel dalam keadaan segar untuk memperoleh manfaat maksimal.

5. Biji-Bijian Utuh: Lawan Kanker dari Serat dan Fitonutrien

Biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, dan quinoa kaya akan serat, vitamin, mineral, serta fitonutrien yang membantu mengurangi risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus besar, lambung, dan kerongkongan.

Studi tahun 2020 menyebutkan bahwa konsumsi rutin biji-bijian utuh dapat mengurangi risiko kanker sebesar 6–12%. Sebaliknya, biji-bijian olahan justru dapat meningkatkan risiko kanker, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

6. Ikan Berlemak: Sumber Omega-3 Penangkal Kanker Payudara dan Kolorektal

Transaksi pembeli-penjual ikan di pasar jelang Lebaran 2025. (Bloomberg)

Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang terbukti memiliki efek antikanker. Omega-3 dikenal mampu mengurangi peradangan dan memperkuat sistem imun dalam mengenali serta menghancurkan sel abnormal.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi rutin ikan berlemak berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara dan kanker kolorektal, khususnya pada populasi Asia.

7. Apel: Buah Anti-Kanker Berkat Kandungan Polifenolnya

Ilustrasi Apel (Envato)

Apel bukan hanya lezat, tapi juga kaya polifenol—senyawa nabati yang memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan antikanker. Studi dari National Library of Medicine pada 2017 dan 2021 menunjukkan bahwa polifenol dalam apel dapat memodulasi jalur biologis yang mencegah perkembangan sel kanker.

Selain itu, apel juga mengandung phloretin, senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara secara signifikan. Untuk hasil terbaik, konsumsi apel beserta kulitnya yang kaya nutrisi.

Pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada makanan, tetapi juga melibatkan gaya hidup secara keseluruhan, seperti rutin berolahraga, menghindari stres berlebih, tidak merokok, dan tidur cukup.

Namun, mengonsumsi makanan sehat seperti yang telah dijelaskan di atas bisa menjadi langkah awal yang efektif dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, mulai dari sekarang, isi piring Anda dengan makanan penuh nutrisi yang terbukti mampu melawan sel kanker secara alami!

(seo)

No more pages