Logo Bloomberg Technoz

"Saya pikir kita sudah sepakat dengan Rusia. Kita harus mencapai kesepakatan dengan Zelenskiy. Saya harap Zelenskiy—saya pikir akan lebih mudah untuk berurusan dengan Zelenskiy. Sejauh ini, lebih sulit," kata Trump pada Rabu (23/4/2025) waktu setempat di Ruang Oval.

Pernyataan itu hanyalah tanda terbaru dari kemarahan Trump terhadap Zelenskiy, yang berselisih dengannya di Ruang Oval pada Februari lalu dan berulang kali menekannya untuk menerima kesepakatan. Ini menempatkan Ukraina pada posisi canggung karena berusaha menjaga AS tetap di pihaknya, sekaligus juga berusaha mengurangi beberapa tuntutan Trump.

Pekan lalu, Trump mengancam akan keluar dari upaya untuk mengakhiri perang jika kesepakatan tidak segera dicapai. Pada pertemuan di Paris pekan lalu, para pejabat AS menyerahkan proposal baru kepada Eropa dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang secara efektif akan membekukan konflik di sebagian besar garis pertempuran yang ada. Demikian dilaporkan sebelumnya oleh Bloomberg.

AS juga bersedia mengakui pendudukan Rusia atas Krimea, yang secara internasional diakui sebagai wilayah Ukraina, dan meringankan sanksi terhadap Moskow sebagai bagian dari setiap kesepakatan potensial.

Trump yakin akan segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia mengatakan, meski mungkin bisa bertemu selama perjalanan ke Arab Saudi bulan depan, kemungkinan besar mereka akan bertemu setelah itu.

"Saya tidak punya favorit. Saya tidak ingin memiliki favorit. Saya ingin kesepakatan tercapai," tambahnya.

Menurut narasumber yang mengetahui masalah ini, Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa bersikeras bahwa gencatan senjata dan kejelasan mengenai jaminan keamanan untuk Ukraina harus mendahului kesepakatan apa pun yang melibatkan negosiasi atas wilayah.

Pada Kamis (24/4/2025) dini hari, Kyiv, ibu kota Ukraina dan Kharkiv diserang pesawat nirawak dan rudal secara besar-besaran. Menurut unggahan Telegram oleh administrasi militer Kyiv, sedikitnya lima warga sipil, termasuk seorang anak, terluka.

Respons Zelenskiy

Zelenskiy merespons Trump juga melalui unggahan di media sosial bahwa "emosi sudah memuncak hari ini. Namun, ada baiknya lima negara bertemu untuk membawa perdamaian lebih dekat," mengacu pada pembicaraan di London pada Rabu di antara para pejabat dari AS, Ukraina, dan negara-negara besar Eropa.

Zelenskiy dengan jelas melampirkan pernyataan AS pada masa jabatan pertama Trump sebagai presiden yang menyatakan, "Amerika Serikat menolak upaya pencaplokan Krimea oleh Rusia dan berjanji akan mempertahankan kebijakan ini hingga integritas teritorial Ukraina dipulihkan."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Ruang Oval Gedung Putih (Fotografer: Jim Lo Scalzo/EPA/Bloomberg)

Komentar Trump muncul setelah Wakil Presiden JD Vance sebelumnya pada Rabu di India mengatakan setiap kesepakatan potensial harus menyertakan "beberapa pertukaran teritorial," dan perbatasan mungkin tidak akan mencerminkan garis depan seperti yang ada sekarang.

Vance mengatakan AS telah mengeluarkan "proposal yang sangat eksplisit" kepada Rusia dan Ukraina, serta memperingatkan AS bisa saja keluar dari kesepakatan tersebut jika mereka tidak menyetujuinya.

Hal ini menimbulkan beberapa penolakan dari para pejabat Eropa dan Ukraina. Sebelum bertemu di London, para sekutu meminta rincian lebih lanjut dari Washington mengenai urutan proposalnya untuk menghentikan pertempuran di Ukraina dan mengakhiri invasi besar-besaran Rusia, yang saat ini memasuki tahun keempat.

Meski mereka ingin mendukung upaya AS untuk menghentikan perang, Ukraina dan negara-negara Eropa menginginkan jaminan bahwa Rusia bersedia menyetujui gencatan senjata yang akan memberi ruang untuk merundingkan perjanjian damai akhir.

Mereka juga ingin memastikan Moskow bersedia menerima perjanjian yang akan mencakup jaminan keamanan dari mitra-mitra Barat Ukraina, yang akan mengizinkan Kyiv mempertahankan tentara yang berawak dan dilengkapi secara memadai.

Ini merupakan upaya terbaru untuk memengaruhi perundingan yang membuat Eropa tertekan saat Washington mendorong kesepakatan dengan Putin dan mencoba memberikan syarat-syarat yang sulit pada pemerintahan Zelenskiy.

Penduduk Eropa semakin khawatir bahwa dalam upaya menghentikan pertempuran, peluang mungkin semakin tidak berpihak pada Kyiv.

Meski Ukraina menyatakan siap menyetujui gencatan senjata tanpa syarat, Rusia lebih memilih bernegosiasi yang fokus pada syarat dan ketentuan akhir dari suatu kesepakatan. Moskow juga sudah mendorong tawar-menawar yang sulit dalam setiap perundingan gencatan senjata dan dituduh Ukraina melanggar gencatan senjata parsial selama 30 hari yang baru saja berakhir.

Rusia menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina. (Bloomberg)

Melalui unggahan Telegram setelah perundingan di London berakhir, kepala staf Zelenskiy, Andriy Yermak mengatakan pemerintahnya tetap berkomitmen pada upaya damai Trump dan konsultasi rutin akan terus berlanjut.

"Gencatan senjata penuh dan tanpa syarat" akan menjadi langkah pertama menuju "proses penyelesaian penuh dan mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan," katanya dalam unggahan menjelang pertemuan pada Rabu.

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan bagi Kyiv, perundingan di London diturunkan menjadi pertemuan tingkat teknis setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menunda kunjungannya.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang juga diharapkan berpartisipasi, justru akan terbang ke Moskow untuk bertemu dengan Putin besok, Jumat (25/4/2025), menurut narasumber yang mengetahui rencana tersebut, pertemuan keempat mereka dalam masa jabatan Trump saat ini.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang juga diharapkan untuk berpartisipasi, akan pergi ke Moskow untuk bertemu dengan Putin pada hari Jumat, menurut seseorang yang mengetahui rencana tersebut, pertemuan keempat mereka dalam masa jabatan Trump saat ini.

(bbn)

No more pages