Logo Bloomberg Technoz

"Konsumsi rumah tangga tetap baik yang didukung oleh belanja pemerintah, terutama dalam bentuk pembayaran THR (tunjangan hari raya). Belanja sosial, dan berbagai insentif lain yang diberikan menjelang atau pada bulan pertama hingga bulan ketiga tahun 2025 dan menjelang Idulfitri," papar dia.

Selain itu, keberlanjutan dari proyek-proyek strategis nasional di berbagai wilayah dan meningkatnya konstruksi properti swasta diperkirakan meningkatkan kinerja investasi Investasi swasta. Ini didukung oleh keyakinan produsen yang terlihat pada aktivitas manufaktur Indonesia yang masih pada zona ekspansif.

Investasi, khususnya non-bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi. Ini tercermin dari meningkatnya import barang modal, terutama import alat-alat berat.

Sementara itu, kinerja ekspor diperkirakan juga tetap baik, didukung oleh ekspor non-nigas yang meningkat pada Maret 2025, terutama komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), besi dan baja serta mesin dan peralatan elektrik.

Pemerintah juga aktif menjajaki potensi perluasan ekspor produk-produk unggulan di pasar ASEAN, BRICS, dan di Eropa, di tengah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh AS.

"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap akan mencapai sekitar 5%," tegas dia. 

(lav)

No more pages