Dalam kesempatan terpisah hari ini, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mengaku telah menawarkan investasi proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) di Indonesia kepada perusahaan tambang terbesar Arab Saudi, Ma’aden.
Tawaran itu disampaikan MIND ID selepas bertemu dengan Al-Khorayef beserta sejumlah delegasi bisnis lainnya, di Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menuturkan tawaran investasi itu disampaikan selepas Arab Saudi ingin membeli bauksit dari Indonesia.
Hanya saja, menurut Dilo, permintaan itu tidak bisa dipenuhi lantaran kebijakan moratorium ekspor bahan mentah.
“Akan tetapi, kalau alumina yang sekarang lu mau beli, sorry gua sudah habis ini sudah dibeli sama orang semua, kalau mau yuk kita buat lagi smelter grade alumina,” kata Dilo saat media gathering, Kamis (17/4/2025).
Setelah investasi di Indonesia untuk SGAR, kata Dilo, Arab Saudi dapat membeli alumina dari Indonesia untuk kemudian diolah sebagai produk lanjutan Aluminium.
Di sisi lain, Dilo mengatakan, holding tambang pelat merah itu turut menjajaki kesempatan investasi bersama dengan Ma’aden untuk pembangunan smelter aluminium di Arab Saudi.
Menurut Dilo, biaya listrik di Arab Saudi untuk menggerakan smelter aluminium relatif kompetitif dibandingkan dengan beberapa negara produsen aluminiun lainnya.
Dia menuturkan biaya listrik per kilowatt per hour (kWh) di Arab Saudi hanya sekitar 3 sen sampai dengan 4 sen. Hanya saja, kemungkinan investasi di Arab Saudi masih tahap diskusi awal.
“Mungkin Indonesia akan ikut investasi di sana. Namun, aluminiumnya [RI] minta nih, karena kebutuhan aluminium di dalam negeri harus bisa dipenuhi,” kata dia.
Dilo menuturkan hingga saat ini kebutuhan aluminium di Tanah Air masih kurang sekitar 1 juta ton. “Belum untuk kebutuhan ekspornya aluminiumnya,” ujarnya.
(wdh)




























