Menanggapi hal ini, juru bicara Gedung Putih menyatakan, “Alih-alih fokus pada kejahatan, tunawisma, dan biaya hidup tinggi di California, Gavin Newsom justru menyibukkan diri menggagalkan upaya bersejarah Presiden Trump untuk mengatasi darurat nasional akibat defisit perdagangan barang yang terus berlangsung.”
Penggunaan Undang-Undang Kewenangan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) oleh Trump untuk memberlakukan tarif telah mengguncang pasar, memicu kekhawatiran akan resesi, dan memperburuk hubungan dagang dengan mitra luar negeri.
IEEPA, yang disahkan pada 1977, memberikan wewenang luas kepada presiden untuk mengatur transaksi keuangan saat mendeklarasikan kondisi darurat nasional terhadap ancaman “luar biasa dan tidak biasa.” Biasanya, UU ini digunakan untuk menjatuhkan sanksi terhadap negara, perusahaan, atau individu.
Trump menjadi presiden pertama yang menggunakan UU ini untuk memberlakukan tarif, saat mengumumkan tarif terhadap China, Meksiko, dan Kanada pada Februari lalu sebagai respons terhadap “ancaman luar biasa” dari imigran ilegal dan peredaran narkoba di perbatasan AS. Pada April, Trump menyebut defisit perdagangan yang terus berlangsung sebagai alasan tambahan.
Presiden saat ini menghadapi sedikitnya tiga gugatan hukum terkait tarif, meskipun sebagian besar industri yang terdampak masih menahan diri untuk tidak mengambil langkah hukum. Dua gugatan diajukan oleh kelompok advokasi konservatif mewakili usaha kecil, sementara satu lagi oleh anggota suku Blackfeet Nation di Montana.
Gugatan California, seperti gugatan sebelumnya, menyatakan bahwa IEEPA tidak memberi wewenang kepada Trump untuk memberlakukan tarif, dan bahwa tindakannya melanggar hukum karena tidak mendapatkan persetujuan Kongres.
“Kongres belum memberi wewenang atas tarif ini, apalagi memberi izin untuk menaikkan tarif, lalu menundanya, lalu tiba-tiba memberlakukannya kembali sesuka hati—yang semua ini menyebabkan guncangan ekonomi nasional dan global,” ujar Bonta dalam konferensi pers.
Departemen Kehakiman AS berpendapat bahwa gugatan soal tarif seharusnya ditangani oleh Court of International Trade di New York, yang memiliki yurisdiksi atas perkara perdagangan, dan tengah berupaya memindahkan kasus dari pengadilan distrik ke pengadilan tersebut.
Ekonomi California
California, negara bagian yang secara konsisten mendukung Partai Demokrat, sebelumnya juga menentang perintah eksekutif Trump yang menghapus hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran serta kebijakan pembekuan dana hibah dan pinjaman federal.
Newsom telah membangun reputasi sebagai tokoh nasional dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan hak aborsi. Masa jabatan keduanya berakhir pada 2026, memperkuat spekulasi bahwa ia akan maju sebagai calon presiden.
California menyumbang sekitar 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan populasi mencapai 40 juta jiwa. Jika berdiri sendiri sebagai negara, California akan masuk dalam daftar kekuatan ekonomi terbesar dunia. Namun bobot ekonominya yang besar juga membuatnya sangat rentan terhadap dampak tarif.
Negara bagian ini berperan penting dalam sektor pertanian dan manufaktur AS, termasuk semikonduktor, perangkat komputer, dan kendaraan. Pada 2022, California mengekspor produk pertanian senilai USD 24 miliar, atau hampir 13% dari total ekspor pertanian AS. Produk utama ekspor termasuk almond (US$4,7 miliar), produk susu, pistachio, dan anggur—dengan pasar utama seperti Kanada, Uni Eropa, China, dan Hong Kong.
Newsom mengatakan dampak tarif tersebut telah memaksanya menyesuaikan rancangan anggaran negara bagian yang akan diserahkan pada Mei mendatang. Rancangan itu, katanya, akan mencerminkan penurunan proyeksi ekonomi California.
Ekonom negara bagian dan analis independen yang ditemui Newsom dalam beberapa pekan terakhir menyampaikan bahwa “mereka telah memangkas proyeksi pertumbuhan PDB California secara signifikan untuk tahun depan. Ketidakpastian yang beracun ini juga meningkatkan kemungkinan naiknya tingkat pengangguran dan mendorong inflasi,” ujar Newsom.
Newsom juga sebelumnya menyatakan akan berupaya melindungi ekonomi California dari dampak tarif dengan menjalin komunikasi langsung dengan mitra dagang global dan mencari pengecualian, meskipun belum jelas bagaimana ia bisa menegosiasikan kesepakatan dagang internasional secara mandiri.
(bbn)


























