Dalam laporan awal bulan ini, Wood Mackenzie Ltd mengatakan bahwa kelebihan kapasitas baja mencapai lebih dari 50 juta ton. Angka ini diproyeksikan akan naik menjadi 250 juta ton dalam dekade mendatang.
Penjualan ke luar negeri menjadi langkah penting untuk menyerap kelebihan pasokan domestik. Ekspor melonjak 5,7% ke level tertinggi lima bulan pada Maret setelah para pedagang meningkatkan pengiriman untuk mengantisipasi memburuknya perang dagang, meski apakah laju tersebut bisa dipertahankan di tengah meningkatnya hambatan impor masih menjadi pertanyaan besar.
Penyulingan minyak mentah, industri penghasil asap utama lainnya yang akan dipangkas, naik tipis 0,4% dibandingkan dengan tahun lalu.
Kenaikan terbatas lantaran elektrifikasi transportasi terus membebani permintaan bahan bakar. Pada saat yang sama, konsumsi plastik kemungkinan besar akan menjadi korban perang tarif dengan pemerintahan Trump dalam beberapa bulan mendatang.
Kenaikan yang lebih besar terlihat dari perusahaan-perusahaan yang menambang dan mengebor bahan bakar fosil.
Ketegangan yang memburuk dengan AS hanya akan menggarisbawahi tekad Beijing untuk memperkuat ketahanan energi negaranya, dan produksi batu bara, gas alam, dan minyak mentah semuanya meningkat ke rekor tertinggi pada Maret.
Titik terang lainnya adalah produksi aluminium, yang naik 4,4% karena pabrik-pabrik peleburan memanfaatkan penurunan biaya bahan baku.
Di tempat lain, produksi listrik meningkat 1,8%, meski kenaikannya tertinggal dari ekspansi 7,7% dalam produk industri dan 5,4% dalam pertumbuhan ekonomi.
(bbn)
































