Logo Bloomberg Technoz

Penurunan indeks keyakinan konsumen karena masyarakat menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibanding enam bulan silam.

Indeks Keyakinan Konsumen RI pada Maret 2025 turun ke level terendah sejak Oktober 2024 (Riset Bloomberg Technoz)

Pemburukan itu berdampak pada ekspektasi ke depan. Indeks ekspektasi ekonomi pada Maret juga jatuh ke level terendah sejak September 2023 meski masih di atas 100 yang merupakan zona optimis.

Hasil survei terbaru mendapati, masyarakat RI terindikasi mengalami penurunan kondisi penghasilan, serta tekanan daya beli di kala lapangan kerja dinilai makin sempit.

Kelas menengah bahkan terlihat mulai pesimistis utamanya terkait ketersediaan pekerjaan. Hal itu ditandai dengan penurunan indeks ketersediaan lapangan kerja kelompok ini yang jatuh di zona pesimis di bawah 100 untuk pertama kalinya.

Fenomena 'Mantab' Berlanjut

Rasio tabungan masyarakat makin turun, bahkan menyentuh 13,8% yang merupakan level terendah setidaknya dalam lima tahun terakhir. Bahkan lebih rendah dibanding masa pandemi memicu resesi pada 2020-2021 lalu. Kala itu rasio tabungan masih di kisaran 14%-20%.

Pada saat yang sama, alokasi pendapatan untuk konsumsi juga cuma naik sedikit padahal bulan Maret adalah puncak konsumsi masyarakat seiring kedatangan Ramadan dan Idulfitri. Pada bulan lalu, rasio utang konsumen di Indonesia juga turut meningkat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan.

Gambaran terkini kondisi konsumen di Indonesia itu memberikan alarm peringatan lebih lanjut bagi para pembuat kebijakan. Ekspektasi yang memburuk terhadap kondisi ekonomi ke depan akan semakin menyurutkan animo masyarakat dalam berbelanja.

Padahal belanja konsumen, konsumsi rumah tangga adalah motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai saat ini. Di tengah tensi perang dagang yang terus memanas, perekonomian domestik terancam makin terpuruk bila daya beli masyarakat terus tertekan sehingga konsumsi rumah tangga merosot.

(rui)

No more pages