Logo Bloomberg Technoz

Hong Kong terjebak dalam baku tembak kebijakan tarif Trump. Meski beroperasi sebagai pelabuhan bebas dan tidak mengenakan bea masuk, kota ini tidak luput dari bea masuk AS yang menargetkan barang-barang buatan China daratan.

Beijing juga mendesak CK Hutchison Holdings Ltd membatalkan kesepakatan untuk melepas 43 pelabuhan, termasuk dua pelabuhan di Panama, yang akan menyingkirkan konglomerasi asal Hong Kong tersebut dari perseteruan AS dan China yang semakin memanas atas Terusan Panama.

Xia juga meminta mereka yang berada di Hong Kong untuk "berdiri teguh membela tanah air dan terus di sisi sejarah yang benar."

"Mereka yang mengkhianati kepentingan nasional dan mendukung musuh pada saat-saat kritis tidak akan pernah ditoleransi oleh rekan senegaranya di Hong Kong atau rakyat di seluruh negeri, dan mereka pasti akan menemui nasib buruk dan menanggung kutukan sejarah," imbuhnya.

Tidak jelas apakah Xia merujuk pada seseorang secara khusus. Namun, pernyataannya mirip dengan editorial surat kabar baru-baru ini yang dimuat ulang oleh kantornya berisi kritikan atas keputusan CK Hutchison menjual pelabuhannya kepada konsorsium yang didukung oleh BlackRock Inc dan taipan Italia, Gianluigi Aponte.

Komentar Xia tentang AS mencerminkan tren yang berkembang di kalangan para pejabat China yang mengawasi masalah Hong Kong, semakin vokal dalam mengkritik kebijakan Trump. Mereka memberi sinyal bahwa Beijing memandang tarif bukan sekadar alat ekonomi, tetapi sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menekan kebangkitan China.

Huang Jingrui, Juru Bicara Kantor Komisaris Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong, baru-baru ini menerbitkan surat di South China Morning Post yang menyatakan bahwa tarif AS tidak akan pernah "Membuat Amerika Hebat Lagi." Sebaliknya, tarif telah "membuat Amerika menjadi barbar di abad ke-21," tulisnya.

Surat tersebut kemudian dihapus dari situs web Kementerian. Kantor tersebut belum memberikan komentarnya kepada Bloomberg News.

(bbn)

No more pages