Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran terhadap prospek perekonomian global ke depan membuat investor berlindung dengan memborong emas. Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meneken aturan untuk memberlakukan tarif bea masuk 25% terhadap seluruh impor kendaraan bermotor.

Pemerintahan Trump juga berencana memberlakukan tarif bea masuk secara resiprokal. Tarif akan makin besar bagi negara yang menikmati surplus dagang besar dengan Negeri Paman Sam.

Saat kondisi penuh gejolak dan ketidakpastian, investor biasanya memang memilih emas. Maklum, emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset).

“Arus modal masuk ke emas makin deras, dan mungkin akan bertambah. Ada pula kondisi makro di mana emas bisa bersaing meski suku bunga turun,” kaa Amy Gower, Commodity Strategist di Morgan Stanley, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Gower memperkirakan harga emas dunia bisa naik ke kisaran US$ 3.300-3.400/troy ons tahun ini. Sementara Goldman Sachs Group Inc memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 3.300/troy ons pada akhir tahun ini.

(aji)

No more pages