Logo Bloomberg Technoz

Penurunan nilai ini mencerminkan ketidakpastian investor tentang bagaimana pemerintah membeli dan menyimpan Bitcoin akan memengaruhi pasar dalam jangka panjang, selain kekhawatiran mereka atas kondisi makro, seperti perang tarif dan inflasi.

Mengenalkan Strategic Bitcoin Reserve dan U.S. Digital Asset Stockpile kemudian mengarahkan Departemen Keuangan untuk mendirikan sebuah kantor untuk mengelola cadangan Bitcoin dan akan mengontrol semua Bitcoin yang saat ini dipegang oleh berbagai lembaga di dalam pemerintahan.

Bitcoin tidak akan dijual. Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan telah diperintahkan untuk mengembangkan strategi untuk memperoleh Bitcoin tambahan yang “netral terhadap anggaran dan tidak membebankan biaya tambahan kepada para pembayar pajak Amerika Serikat.”

Dalam jangka panjang kebijakan pencadangan bisa mendorong sentimen positif di aset digital kripto. Pasalnya, jika sebelumnya investor ritel mendominasi pergerakan harga, kini kekuatan negara menjadi faktor yang lebih signifikan, sebut CEO Indodax Oscar Darmawan. “Jadi itu akan sangat berpengaruh pada harga long term-nya,” jelas Oscar.

Lebih jauh Oscar memandang Trump memainkan 'kartu' Bitcoin Reserve sebagai political capital yang boleh jadi mendorong negara-negara lain mengadopsi sikap yang sama. Edukator kripto Timothy Ronald menilai keputusan ini memang merupakan pernyataan tegas dari AS kepada dunia, "di mana pemerintah US sudah men-support yang namanya dunia aset digital dan juga cryptocurrency,"

Saksikan video Bloomberg Technoz Podcast - TechnoZone yang bertajuk “Timothy Ronald & Oscar Darmawan: AS Serok Bitcoin, RI Kebingungan” di Bloombergtechnoz.com bersama Host Pandu Sastrowardoyo, Co-Host Whery Enggo Prayogi dan Narasumber Timothy Ronald, Crypto Key Opinion Leader, serta Oscar Darmawan, Chief Executive Officer Indodax.


(wep)

No more pages