Angka anak muda yang kehilangan pekerjaan dan pendidikan, indikator bagus untuk sumber daya manusia yang terbuang, menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, yakni lebih dari seperlima.
Kesenjangan ini mengancam ambisi Prabowo untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi industri kendaraan listrik dan energi bersih yang berkembang pesat. Ketidakpuasan pada dana pendidikan yang sangat minim memicu protes kaum muda di jalanan Jakarta, demonstrasi terbesar ketidakpuasan rakyat sejak Prabowo menjabat pada Oktober lalu.
"Indonesia telah berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur," ujar Alpha Amirrachman, Direktur Pusat Iklim Muhammadiyah, organisasi Islam yang mengelola ribuan sekolah di negara ini. "Investasi dalam sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan belum mengimbanginya."
Sekolah-sekolah yang tidak memadai, guru-guru yang kurang berkualitas, dan tingkat pengembalian atas belanja pemerintah untuk pendidikan yang rendah, merupakan masalah yang lazim terjadi di banyak negara berkembang. Indonesia sendiri telah berupaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk untuk sekolah-sekolah kejuruan.
Namun, berbagai masalah mulai dari silabus yang ketinggalan zaman hingga pengawasan yang tidak jelas membuat pendidikan di Indonesia terus tertinggal, bahkan menurut standar regional.
Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), produktivitas tenaga kerja, indikator terkait dengan pertumbuhan dan daya saing, berada di posisi yang sama dengan Venezuela. Angka ini lebih rendah dari negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia, yang lebih dulu bertaruh pada sektor manufaktur.
"Jika perusahaan seperti Apple datang ke sini dan membuka operasional besar, kekhawatirannya ialah mereka tidak akan memiliki cukup tenaga kerja yang sangat terampil — seperti yang terjadi di negara lain, seperti Vietnam," ujar Martyn Terpilowski, CEO PT Bhumi Varta Technology, perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Jakarta, merujuk pada salah satu nama paling terkenal yang tengah didekati pemerintah.
"Ya, kami memiliki beberapa orang baik sekarang, tetapi kami tidak memiliki jumlah orang baik yang kami butuhkan."
Menurut angka yang dibagikan oleh perusahaan tersebut tahun lalu, Apple Inc dan para pemasoknya telah menginvestasikan setidaknya US$16 miliar di Vietnam sejak 2019.
Sebaliknya, bahkan setelah ada larangan dan ancaman dari pemerintah, Apple hanya akan menanamkan US$1 miliar di Indonesia. Sementara itu, pendekatan yang panjang pada bos Tesla Inc Elon Musk belum menghasilkan investasi manufaktur yang signifikan.
Pemrosesan logam melihat investasi masuk yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masalahnya tidak kalah akutnya di sana — produsen besar nikel China mendatangkan pekerja industri terampil dari negaranya, atau dalam beberapa kasus, membawa orang Indonesia ke China untuk mendapat pelatihan yang diperlukan.
Reformasi hingga saat ini, yang dirancang untuk memastikan Indonesia memanfaatkan "dividen" demografisnya sebelum mencapai puncaknya sekitar akhir dekade ini, mencakup peningkatan pendidikan wajib belajar dan pengembangan keterampilan dengan insentif, yang dikenalkan pada masa pemerintahan pendahulu Prabowo.
Namun, perubahan besar pada kurikulum dan standar pengajaran jauh lebih sulit untuk diterapkan. Menurut Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) terbaru, yang menguji siswa berusia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang matematika, membaca, dan sains, sebagian besar anak-anak Indonesia berada di bawah tingkat kemampuan dasar.
"Ada kekurangan guru dengan keahlian di bidang-bidang yang sedang berkembang," kata Alpha. "Banyak institusi masih kekurangan akses ke teknologi modern, seperti yang dibutuhkan untuk produksi kendaraan listrik."
Prabowo sendiri mulai menjabat sebagai presiden dengan janji-janji untuk sekolah, tetapi yang paling terkenal ialah program makan bergizi gratis senilai US$30 miliar, yang bertujuan untuk mengurangi malnutrisi.
Pemangkasan anggaran untuk membiayai program tersebut telah berdampak pada anggaran lain, termasuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Pada saat yang sama anggaran juga disalurkan ke Danantara, dana investasi negara yang baru — yang memicu demonstrasi besar-besaran "Indonesia Gelap" bulan lalu terhadap efesiensi anggaran yang tergesa-gesa dan tidak konsisten.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menolak mengomentari laporan ini. Para pejabat mengklaim upaya untuk meningkatkan pendidikan tidak akan terpengaruh oleh pemangkasan anggaran tersebut.
Mengatasi Kesenjangan
Sekolah Dimas — kompleks bangunan bertingkat rendah yang terawat rapi dengan gedung-gedung berwarna biru cerah — merupakan pengecualian, bahkan memiliki forklift dan ekskavator untuk digunakan para siswa. Hal ini berkat kerja sama dengan salah satu perusahaan pencari tenaga kerja berkualifikasi, PT United Tractors Tbk, distributor peralatan konstruksi terbesar di Indonesia.
"Ada kekurangan pasokan tenaga kerja bersertifikat, kompeten, dan mampu memenuhi kebutuhan industri kami," ujar Edhie Sarwono, Direktur Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan United Tractors. "Kami harus menyelesaikan masalah ini sendiri."
Kekurangan tenaga kerja umum terjadi di banyak sekolah, terutama di sekolah kejuruan yang berusaha menghasilkan mekanik dan teknisi yang siap kerja untuk mengoperasikan pabrik peleburan logam dan pabrik kendaraan listrik.
Akibatnya, kesenjangan yang lebar tercipta antara kapasitas siswa dan kebutuhan perusahaan. Lulusan muda dari sekolah menengah teknik menghadapi tingkat pengangguran hampir empat kali lebih tinggi daripada mereka yang hanya berpendidikan dasar.
Sarwono mengatakan perusahaan punya peran yang harus dimainkan. United Tractors berupaya menyelaraskan pengajaran di sekolah dengan keterampilan yang dibutuhkan di tempat kerja dan menyumbangkan peralatan. Namun, ia memperingatkan hal ini hanya langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan negara yang lebih luas.
"Untuk teknologi tingkat rendah dan menengah, kita bisa mengatasinya dengan kompetensi sekolah-sekolah kejuruan," ujarnya. "Untuk teknologi tinggi, kita tidak memiliki sekolah khusus yang bisa mengantisipasi dan menghadapi tantangan-tantangan tersebut."
Pendahulu Prabowo, Jokowi, memang mengupayakan program revitalisasi sekolah kejuruan selama satu dekade masa jabatannya sebagai presiden. Namun, komitmen politik yang lemah dan sifat desentralisasi sistem pendidikan membuat perubahan berjalan lambat.
Hal itu sangat kontras dengan programnya senilai US$800 miliar untuk memperluas jalan raya, bandara, dan rel kereta api, yang meninggalkan warisan nyata di seluruh negara kepulauan ini.
Risiko bagi Indonesia ialah kalah saing dari negara-negara tetangga yang memiliki tenaga kerja lebih terlatih, termasuk Vietnam. Meski Indonesia telah memaksa para produsen nikel untuk mendatangkan investasi berskala besar, dominasinya pada logam-logam lain tidak terlalu mencolok — berarti pengaruhnya pada para produsen asing tidak terlalu besar.
Bekas titik terang, seperti baja, tekstil, dan keramik, sudah menyusut dalam menghadapi persaingan ketat dari impor China.
"Kebijakan mendorong beberapa perusahaan besar berinvestasi di Indonesia, seperti yang mereka lakukan pada Apple, adalah jalan pintas," kata Ilimiawan Auwalin, dosen ekonomi di Universitas Airlangga, Surabaya. "Jauh lebih baik untuk meningkatkan daya saing."
Di Jawa Timur, Dimas dan beberapa siswa, yang masih bekerja di bagian mesin pada akhir jam sekolah, punya masalah yang lebih mendesak: pekerjaan. Sebagian besar dari mereka bersikap realistis. Mereka berharap bisa bekerja di industri logam dan batu bara yang telah menopang ekonomi selama beberapa dekade — bukan mobil ramah lingkungan.
"Ayah saya seorang tukang kayu, tapi bisnisnya tidak stabil," kata Dimas. "Di pertambangan, gajinya besar."
(bbn)






























