Bitcoin Sempat Merosot ke Rp1,2 M, Jadi Momentum Beli atau Jual?
Pramesti Regita Cindy
11 March 2025 19:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kegelisahan pasar ekuitas berbuntut panjang ke industri aset digital kripto dengan catatan penurunan terendah Bitcoin dalam empat bulan terakhir. Posisi support US$77.186,93 (sekitar Rp1,26 miliar) yang dianggap analis sebagai sebuah kesempatan.
Terbukti lewat rebound harga yang terjadi setelahnya, dimana hingga pukul 19.25 waktu Indonesia, Selasa (11/3/2025), Bitcoin mencoba bertahan di US$81.558,12 (sekitar Rp1,33 miliar).
Kemampuan rebound Bitcoin belum bisa kembali ke zona US$100.000-an bahkan kini berada di titik jenuh jual, menurut Hayden Hughes, kepala investasi kripto di Evergreen Growth, sebuah family office. Dan “akan ada aksi beli yang kuat di sana,” kata dia dilansir dari Bloomberg News.
Indikasi oversold adalah pengumuman strategi “budget-neutral” atas pencadangan strategis Bitcoin, yang diteruskan dengan pernyataan Trump agar Amerika waspada atas dampak kebijakan tarif ke Kanada, Meksiko, dan China.
Sejumlah pihak menggemakan kekhawatiran resesi di AS yang didorong sejumlah perintah eksekutif di bawah rezim Trump. “[Pernyataan] Trump yang mengatakan bahwa kejatuhan pasar 'baik-baik saja' dan bahwa ia tidak akan mengesampingkan resesi karena ketidakpastian tarif semakin meresahkan investor, mengintensifkan aksi jual yang tajam di Wall Street,” kata Peter Chung, head of research at Presto Research, dilansir dari The Block.































