Logo Bloomberg Technoz

Goldman Sachs Beri Update Terbaru Rekomendasi Saham & Obligasi RI

Redaksi
10 March 2025 11:55

Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank investasi global yang berpusat di New York, Goldman Sachs Group Inc., menurunkan rekomendasi mereka untuk aset-aset investasi Indonesia, baik saham maupun surat utang, menggarisbawahi kenaikan risiko fiskal menyusul berbagai kebijakan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Melansir Bloomberg News, Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia dari 'overweight' menjadi 'market weight' dan menyesuaikan rekomendasi untuk surat utang negara tenor 10 tahun sampai 20 tahun menjadi 'neutral' dari tadinya menjadi salah satu pilihan obligasi negara favorit.

Keputusan Goldman itu keluar setelah sebelumnya mereka melansir perkiraan kenaikan defisit fiskal Indonesia tahun ini menjadi 2,9% dari Produk Domestik Bruto, dari semula 2,5%.


Rekomendasi Goldman itu memperpanjang daftar penurunan rekomendasi yang sudah lebih dulu dirilis oleh Morgan Stanley pada bulan lalu. Morgan Stanley memangkas rekomendasi saham MSCI Indonesia dari 'equal weight' menjadi 'underweight', dalam riset yang dirilis 19 Februari.

Pasar saham RI berada dalam tekanan besar, beberapa bulan terakhir dan sempat jebol level terendah sejak Pandemi Covid-19, di tengah tensi perang dagang yang meningkat dan memantik ketidakpastian ekonomi global, juga kelesuan ekonomi domestik. Kombinasi faktor itu telah memicu dana asing keluar.