Logo Bloomberg Technoz

Analis Prediksi Defisit APBN Berisiko Sentuh Plafon 3%

Redaksi
07 March 2025 10:05

Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Defisit Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN kemungkinan akan melebar menyentuh kisaran 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini, menyusul langkah belanja nan ekspansif dari Pemerintah RI, menurut analisis yang dilansir oleh BMI, perusahaan riset multinasional Inggris yang juga tercatat sebagai anak usaha Fitch Solutions dari Fitch Group.

Mengutip Bloomberg, Jumat (7/3/2025), defisit fiskal RI pada 2025 mungkin melebar hingga menyentuh batas yang diizinkan oleh Undang-Undang karena belanja ekspansif Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Analisis BMI menyebut, defisit fiskal rata-rata akan di kisaran 3% selama lima tahun ke depan. Bila Pemerintahan Prabowo berhasil menghindari batas tersebut, BMI akan merevisi perkiraan ke atas.


"Kurangnya perencanaan konkret untuk memperluas basis pajak bisa membahayakan posisi fiskal Indonesia karena presiden ingin meningkatkan belanja publik untuk agenda kebijakannya," demikian dinyatakan oleh BMI dalam catatannya.

Pembatalan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada awal tahun, secara otomatis mengurangi pendapatan sekitar Rp70 triliun.