Logo Bloomberg Technoz

Sebagai dampaknya, rasio profitabilitas BTN ikut mengalami penurunan. Return on asset (ROA) turun dari 0,06% menjadi 0,02%, sementara return on equity (ROE) menyusut dari 0,90% menjadi 0,31% pada Januari 2025.

Hingga akhir Januari 2025, BTN mencatatkan total aset sebesar Rp454,02 triliun, meningkat 4,73% yoy. Liabilitasnya tercatat sebesar Rp421,24 triliun, naik 4,52% yoy, sementara ekuitas tumbuh 7,52% yoy menjadi Rp32,77 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 8,78% yoy menjadi Rp374,46 triliun. Peningkatan ini didorong oleh instrumen giro yang naik 12,62% yoy menjadi Rp152,69 triliun, serta deposito yang meningkat 7,67% yoy menjadi Rp179,78 triliun. Sementara itu, tabungan masyarakat hanya tumbuh tipis 0,74% yoy menjadi Rp41,98 triliun.

Dengan komposisi tersebut, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) BTN meningkat 50 basis poin (bps) menjadi 51,99% dari sebelumnya 51,49%. 

(lav)

No more pages