Logo Bloomberg Technoz

Trump bahkan berandai-andai bahwa jika satu juta kartu terjual, bisa terkumpul dana US$5 triliun. Namun, para ahli golden visa menilai jumlah individu yang mampu membayar US$5 juta di seluruh dunia jauh lebih sedikit dari perkiraan Trump. Selain itu, masih belum jelas apakah perusahaan AS akan benar-benar memanfaatkan program ini seperti yang ia bayangkan. Sejauh ini, belum ada detail teknis mengenai cara kerja program ini atau bagaimana Trump bisa mewujudkannya dalam dua minggu, seperti yang ia klaim.

Meski masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, antusiasme terhadap program baru ini mencerminkan meningkatnya popularitas golden visa secara global. Dalam beberapa tahun terakhir, program ini semakin diminati di tengah kebijakan imigrasi AS yang semakin ketat di bawah pemerintahan Trump.

Golden visa, yang biasanya memberikan akses kewarganegaraan melalui investasi properti, menjadi tren di banyak negara selama pandemi. Orang-orang kaya berbondong-bondong mencari rumah kedua, paspor tambahan, atau biaya hidup lebih rendah di negara-negara seperti Portugal, Spanyol, dan Yunani. Namun, karena aliran dana asing dianggap turut menaikkan harga properti, banyak pemerintah Eropa mulai membatasi program ini.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pada Rabu bahwa gold card ini akan menjadi reformasi terhadap program EB-5, yang selama ini memberikan visa kepada investor asing yang menciptakan setidaknya 10 lapangan kerja. Program EB-5 menjadi populer di kalangan pengembang properti di New York dan kota besar lainnya setelah krisis keuangan, ketika pendanaan dari bank tradisional sulit diperoleh.

“Program ini diawasi dengan buruk dan dieksekusi dengan buruk,” kata Lutnick, seraya menyebut bahwa saat ini ada 250.000 kasus yang menumpuk dalam antrean EB-5.

Ia menambahkan bahwa secara teknis, gold card senilai US$5 juta akan memberikan lisensi dari Departemen Perdagangan, yang kemudian digunakan untuk berinvestasi melalui program EB-5. Lutnick menyebut dirinya dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan merumuskan detail lebih lanjut.

Bagaimana Cara Kerja Golden Visa?

Program golden visa sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Banyak negara mulai memperkenalkannya setelah krisis utang Eropa sebagai cara untuk menarik investasi asing. Skema ini umumnya mengharuskan pemohon menanamkan modal besar di properti atau bisnis sebagai imbalan atas izin tinggal sementara atau permanen.

Sebagai contoh, Portugal meluncurkan program golden visa pada 2012 untuk warga non-Uni Eropa yang menginvestasikan setidaknya €500.000 dalam properti, dana investasi, atau bisnis yang menciptakan lapangan kerja. Kemudian, batas investasi properti diturunkan menjadi €350.000.

Dalam banyak kasus, pemegang visa tidak diwajibkan untuk tinggal penuh waktu di negara tersebut, sehingga program ini menjadi opsi cadangan bagi mereka yang ingin memiliki kebebasan bepergian tanpa harus menetap. Banyak program juga menawarkan jalur menuju kewarganegaraan, yang sangat menarik bagi mereka yang ingin memiliki paspor Uni Eropa.

Apa yang Ditawarkan Trump?

Trump mengatakan program ini akan memberikan “hak istimewa green card” dan akan diluncurkan dalam dua minggu.

Namun, rencana ini menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk bagaimana hal ini sejalan dengan kebijakan Trump yang justru berusaha memperketat jalur menuju kewarganegaraan AS, seperti pembatasan hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran bagi anak-anak imigran dengan visa tertentu.

Program ini juga bisa menimbulkan risiko penyalahgunaan, misalnya jika negara-negara yang berseberangan dengan AS memanfaatkannya untuk memberikan akses tinggal bagi individu yang berpotensi membahayakan keamanan nasional. Saat ini, proses mendapatkan green card di AS terkenal panjang dan kompleks.

Ketika ditanya apakah warga negara China atau Iran akan menghadapi pembatasan dalam program ini, Trump menjawab, “Mungkin tidak akan ada terlalu banyak pembatasan terkait negara, tetapi mungkin terkait individu. Kami ingin memastikan bahwa yang datang ke sini adalah orang-orang yang mencintai negara kita dan mampu mencintainya.”

Apakah Program Ini Akan Menarik Minat?

AS selalu menjadi daya tarik bagi investor asing karena lingkungannya yang ramah bisnis, kata Paul Williams, CEO La Vida Golden Visas. Menurutnya, segala upaya untuk mempermudah hidup dan bekerja di AS akan bernilai tinggi, terutama karena program EB-5 terkenal rumit.

Ia juga menilai bahwa jika program ini menawarkan kewarganegaraan AS, itu akan menjadi pilihan menarik bagi orang-orang kaya, termasuk dari Inggris dan Uni Eropa, jika ada insentif pajak. “Mendapatkan kewarganegaraan AS dianggap lebih bernilai dibanding apa yang ditawarkan negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, Nuri Katz, pendiri konsultan imigrasi Apex Capital Partners, memperkirakan bahwa investor yang bisa memenuhi syarat program ini setidaknya harus memiliki kekayaan bersih sekitar US$50 juta. Ia memperkirakan hanya sekitar “50 hingga 200” orang yang akan tertarik mendaftar. Kandidat potensial termasuk individu kaya dari Asia, termasuk China dan Timur Tengah, serta Rusia dan Kanada.

Tren Golden Visa di Dunia

Di Eropa, beberapa negara yang paling populer untuk program ini, seperti Portugal, Spanyol, dan Yunani, mulai memperketat aturan.

Beberapa negara, termasuk empat negara di Karibia, menaikkan ambang batas investasi minimum. Sementara itu, Portugal membatasi investasi hanya pada aset non-properti untuk mengurangi lonjakan harga rumah.

Meski semakin banyak pembatasan, golden visa tetap diminati. Selandia Baru, misalnya, justru menyederhanakan programnya untuk menarik lebih banyak modal asing. Para konsultan imigrasi juga mengatakan masih banyak cara untuk mengakses program serupa di Eropa, seperti di Spanyol, yang kini menawarkan visa khusus bagi pekerja jarak jauh.

(bbn)

No more pages