"Kami menawarkan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi dan bahan bakar alternatif. Dengan inovasi ini, Toyota berharap dapat membantu masyarakat berkontribusi dalam pengurangan emisi," ujar Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda.
Beyond Zero juga menjadi jembatan menuju Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang diinisiasi Kementerian Perindustrian. Tahun lalu, AIGIS perdana berhasil menarik lebih dari 1.000 peserta dan menjadi ajang diskusi transisi energi serta industri hijau nasional.
Dengan tema "Mendorong Dekarbonisasi Industri melalui Ekosistem Industri Hijau", AIGIS 2025 diharapkan dapat mempercepat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya dekarbonisasi.
"Dengan berbagai pilihan yang ramah lingkungan ini, kita berharap masyarakat bisa memilih solusi mobilitas terbaik yang mendukung pengurangan emisi," kata Ueda.
Wakil Presiden Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan saat ini Toyota masih didominasi penjualan kendaraan berbasis ICE. Solusi mobilitas hijau, kata dia, perlu dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
"Toyota Indonesia percaya bahwa kondisi saat ini tidak bisa dituntaskan dengan satu solusi. Konsep Multi pathway technology berkontribusi pada emission reduction dengan menghadirkan berbagai teknologi tinggi ramah lingkungan, seperti flexy-fuel (biodiesel, bioethanol), kendaraan konversi, serta kendaraan elektrifikasi (HEV, PHEV,BEV, FCEV)," ujar dia.
Sepanjang 2024, grup Astra Internasional--yang juga menaungi mereka Toyota, mencatatkan penjualan mobil mencapai 42.158 unit, atau mengalami penurunan 11,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY) yang sebanyak 47.659 unit.
Penjualan terbanyak diperoleh oleh merek Toyota dengan total sebanyak 26.823 unit, yang juga masih didominasi oleh kendaraan berbasis bensin yang menggunakan mesin pembakaran internal atau ICE (internal combustion engine).
(ain)






























