Logo Bloomberg Technoz

Departemen Keuangan menjadi sasaran utama inisiatif efisiensi pemerintahan yang dipimpin Musk, yakni Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency/DOGE), yang bertujuan mengidentifikasi pemborosan anggaran dan memodernisasi teknologi federal. Dengan triliunan dolar mengalir melalui departemen ini setiap tahunnya, akses DOGE memicu kekhawatiran karena dapat memberi Musk visibilitas terhadap data sensitif tentang pembayar pajak, penerima manfaat, kontraktor, dan pegawai federal.

Meski demikian, Bessent mendukung penuh program ini, yang ia sebut sebagai bagian penting dari upaya menekan pengeluaran pemerintah.

“Ada penghematan biaya yang sangat besar bagi rakyat Amerika di sini,” kata Bessent. “Langkah ini dilakukan secara sistematis dan akan menghasilkan penghematan besar.”

Terkait kehadiran personel eksternal dari DOGE yang ditugaskan untuk meninjau sistem pembayaran, Bessent menepis kekhawatiran bahwa mereka bisa membahayakan keamanan data.

“Mereka adalah profesional yang sangat terlatih, bukan sekadar sekelompok orang yang berkeliaran dan melakukan tindakan sembarangan,” ujarnya.

Kontroversi DOGE dan Pengunduran Diri Pejabat

Beberapa jam setelah wawancara Bessent, The Wall Street Journal melaporkan bahwa salah satu staf DOGE yang diberi akses ke sistem pembayaran Departemen Keuangan mengundurkan diri. Hal ini terjadi setelah dia dikaitkan dengan akun media sosial yang mempromosikan rasisme dan eugenika.

Departemen Keuangan belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Di sisi lain, para pegawai negeri di Departemen Keuangan yang dianggap sebagai hambatan bagi kampanye DOGE justru mendapat pujian selama beberapa dekade sebagai profesional yang kompeten dan nonpartisan. Bahkan Steven Mnuchin, Menteri Keuangan pada periode pertama Trump, pernah memberikan apresiasi kepada mereka.

Namun, Bessent menegaskan bahwa upaya DOGE bukanlah tindakan politis.

“Ini adalah tinjauan operasional, bukan ideologis,” katanya. “Di Departemen Keuangan, kami bergerak dengan hati-hati dan memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki. Jadi, masyarakat bisa yakin bahwa semua pembayaran akan tetap berjalan dengan baik.”

Dalam bidang kebijakan ekonomi lainnya, Bessent juga menegaskan bahwa AS akan tetap menerapkan kebijakan dolar kuat di bawah kepemimpinan Trump, sembari terus mengawasi kebijakan perdagangan negara lain.

“Kami tidak ingin negara lain melemahkan mata uang mereka atau memanipulasi perdagangan,” ujar Bessent. Ia menambahkan bahwa surplus perdagangan besar yang dikumpulkan oleh beberapa negara, seperti China, menunjukkan bahwa sistem perdagangan global belum sepenuhnya bebas.

Trump sendiri telah berjanji untuk menggunakan tarif guna menyeimbangkan perdagangan. Ia baru saja memberlakukan tarif baru terhadap China dan mengancam akan menerapkan langkah serupa terhadap Meksiko serta Kanada, dua mitra dagang terbesar AS.

Bessent membantah anggapan bahwa kebijakan tarif ini akan memicu inflasi di AS, meskipun ia mengakui adanya “penyesuaian harga kecil dan satu kali” sebagai konsekuensi.

Sebagai Menteri Keuangan, Bessent telah mengadakan pertemuan pertamanya dengan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Meski Trump sebelumnya sering mengkritik bank sentral selama masa jabatannya, Bessent menyatakan bahwa ia tidak akan ikut campur dalam kebijakan moneter.

“Ke depan, saya tidak akan mengomentari kebijakan moneter, dan saya yakin Powell akan mengambil keputusan yang tepat, jadi tidak akan ada kritik,” ujar Bessent.

Sebagai gantinya, pemerintahan Trump lebih fokus pada biaya pinjaman jangka panjang serta bagaimana menurunkan suku bunga secara keseluruhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

(bbn)

No more pages