Meskipun demikian, Apple tetap melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan. CEO Apple, Tim Cook, bahkan pernah menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan terbaik di Asia.
"Tim Cook rela-rela datang ke Indonesia melihat pasarnya sangat besar," tutur Huda.
Namun, tanpa adanya kepastian investasi dari Apple, pemerintah Indonesia tetap bertahan dengan kebijakan TKDN yang lebih ketat. Dengan meningkatnya TKDN dari 35% menjadi 40%, Apple semakin sulit untuk memenuhi syarat penjualan iPhone 16 di Indonesia.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Dengan kondisi saat ini, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi:
-
Apple akhirnya berinvestasi lebih dalam di Indonesia, baik dengan mendirikan pabrik komponen atau mencari mitra manufaktur lokal.
-
Apple dan pemerintah mencapai kesepakatan khusus terkait TKDN, seperti yang pernah terjadi dengan iPhone generasi sebelumnya.
-
Pasar black market iPhone semakin berkembang karena tidak ada opsi resmi bagi pengguna yang ingin membeli produk terbaru Apple.
Bagaimanapun juga, nasib iPhone 16 di Indonesia masih menjadi tanda tanya besar. Pengguna iPhone harus menunggu apakah Apple dan pemerintah dapat menemukan solusi bersama untuk mengatasi kebuntuan regulasi ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut, Saksikan video Bloomberg Technoz Podcast - TechnoZone yang bertajuk "Ini Indonesia Bos, Siapa Butuh Apple iPhone 16?" di Bloombergtechnoz.com bersama Host Pandu Sastrowardoyo, Co-Host Whery Enggo Prayogi dan Narasumber Nailul Huda, Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) dan Ibro Kumar Tech Reviewer.
(red)






























