Logo Bloomberg Technoz

Masih belum jelas apakah Tinsley dan kelompoknya itu akan menjadi salah satu penawar serius dalam perundingan penjualan yang sangat kompetitif dan cepat berubah ini.

Tinsley mengaku kelompoknya belum berhubungan langsung dengan perusahaan pemilik TikTok, ByteDance Ltd, yang berulang kali menegaskan tidak akan menjual TikTok Amerika.

"Kami belum mendapatkan jawaban langsung," kata Tinsyel kepada TV Bloomberg, Rabu (29/1/2025). "Belum ada tanggapan dari mereka."

Sejak menandatangani perintah presiden penundaan 75 hari penegakan hukum yang melarang TikTok kecuali ByteDance melakukan divestasi, Presiden Donald Trump menyebut beberapa calon pembeli dan proposal pembelian agar TikTok bisa beroperasi di Amerika Serikat.

Masih belum jelas apakah ByteDance dan Pemerintah China mempertimbangkan penawaran dari Tinsley dan McCourt nantinya.

Namun, tampaknya mereka akan lebih terbuka dalam perundingan untuk mencapai satu kesepakatan karena ByteDance sudah kehabisan opsi hukum untuk menyelamatkan TikTok Amerika. 

Selain itu, aplikasi ini bisa menjadi alat tawar-menawar yang kuat dalam perang dagang AS-China yang lebih luas. Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif yang lebih besar untuk barang impor asal negara itu. 

Tinsley mengatakan bahwa kelompoknya "bisa menstabilkan TikTok dan menjadi tempat yang aman bagi pengguna dan integritas data bagi seluruh warga AS."

"Kami optimistis dan kami memiliki kelompok pendukung dari Amerika terkait data, server, dan teknologi," katanya.

Dia mengatakan MrBeast, yang bernama asli Jimmy Donaldson, tidak terikat secara eksklusif dengan penawaran yang diajukan kelompoknya. Juru bicara Donaldson mengatakan bahwa pembuat konten terkenal itu belum berkomitmen pada penawaran manapun dan masih berunding dengan berbagai pihak yang akan membeli TikTok.

(bbn)

No more pages