Saat harga minyak kedelai makin mahal, maka keuntungan beralih ke CPO akan meningkat. Sebab, kedua komoditas ini bisa saling menggantikan.
Hal lain yang menjadi sentimen positif bagi harga CPO adalah dinamika nilai tukar mata uang ringgit Malaysia. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya melemah 0,3% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ketika ringgit terdepresiasi, maka CPO jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain sehingga lebih menarik.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah akan ada kenaikan 4 hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih berada di zona bearish walau harga sudah naik 3 hari beruntun. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 43.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO sudah kian dekat ke 50, sehingga bisa dibilang mengarah ke netral.
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 46. Menempati area jual (short) tetapi tidak terlalu kuat.
Oleh karena itu, ada kemungkinan harga CPO bisa naik lagi. Target resisten ada di MYR 4.308/ton yang menjadi Moving Average (MA) 20. Jika tertembus, maka MA-30 di MYR 4.397/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Sedangkan target support ada di MYR 4.232/ton. Penembusan di titik ini berisiko menjatuhkan harga CPO ke arah MYR 4.144/ton.
(aji)





























