Logo Bloomberg Technoz

“Harus ada opsi, misalkan dari Timur Tengah juga, dari Amerika juga, dari Rusia juga, ya sudah kita kombinasikan saja, mana yang lebih menguntungkan kombinasinya,” tutur dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor minyak RI mencapai 17,84 juta ton pada 2023, naik dari 15,26 juta ton pada 2022; 13,77 juta ton pada 2021; dan 10,51 juta ton pada 2020. Negara asal minyak mentah yang diimpor Indonesia kebanyakan dari Arab Saudi, Angola, AS, Nigeria, Australia, dan sebagainya.

Di sisi lain, Indonesia juga tercatat mengimpor produk minyak dari Rusia meskipun jumlahnya tidak banyak yakni 40.129 barel /hari, berdasarkan data S&P Global per 24 Desember 2024. 

Belakangan ini, sejumlah negara Asia dilaporkan akan meningkatkan impor minyak dari AS untuk memenangkan hati Trump imbas ancaman pemberlakuan tarif terhadap sejumlah negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS.

Ancaman ini mendorong para pembuat kebijakan dari Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, hingga juga Uni Eropa (UE) untuk mempertimbangkan pembelian lebih banyak energi fosil dari produsen minyak mentah dan pengekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) terbesar di dunia itu.

"Mitra dagang melihat pembelian LNG AS sebagai 'bantuan' dalam negosiasi tarif dengan pemerintahan Trump," kata Saul Kavonic, seorang analis energi di MST Marquee.

Grafik pergerakan stok minyak AS. (Sumber: Bloomberg)

Ada pergeseran yang nyata dan cepat ke arah pembelian pasokan migas dari AS sejak kemenangan Trump dalam pemilihan umum, tambahnya.

Pergeseran seperti itu akan memungkinkan Trump — yang telah menjanjikan kepada para pemilihnya sebuah perubahan besar kembali ke bahan bakar fosil — untuk memperluas ekspor LNG AS melampaui dua kali lipat yang telah direncanakan pada 2030, serta memberi pengembang proyek Amerika keunggulan atas eksportir pesaing.

(mfd/wdh)

No more pages