Logo Bloomberg Technoz

Koreksi 1,1% menjadi penurunan harian terdalam selama 14 bulan terakhir.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Adidaya terdepresiasi, maka emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan naik, harga pun terungkit.

Grafik penurunan dolar. (Sumber: Bloomberg)

Pelemahan dolar AS disebabkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump tidak akan segera menerapkan kebijakan tarif bea masuk yang agresif. Sebagai catatan, Trump telah resmi kembali ke Gedung Putih setelah dilantik sebagai presiden malam tadi waktu Indonesia.

“Pelaku pasar menghembuskan nafas lega karena Trump tidak akan memulai pemerintahannya dengan kebijakan tarif yang agresif” ujar Valentin Marinov, Head of G-10 FX Strategy di Credit Agricole CIB, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah masih bisa naik lagi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas setia di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 59,94. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 82,16. Investor patut waspada, karena Stochastic RSI di atas 80 berarti sudah tergolong jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, ada kemungkinan harga emas akan bergerak turun hari ini meski relatif terbatas. Target support terdekat ada di US$ 2.703/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 2.688/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 2.709/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke arah US$ 2.714/troy ons.

(aji)

No more pages