Logo Bloomberg Technoz

Penurunan BI Rate akan ikut menurunkan suku bunga di Pasar Uang Antar-Bank (PUAB). Seiring penurunan PUAB, biaya dana (cost of fund) perbankan akan turun. Bunga simpanan bisa turun, dan bunga kredit menyusul kemudian.

“Penurunan suku bunga acuan akan berdampak positif bagi perbankan dengan porsi deposito yang tinggi terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK). Misalnya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan porsi 52%, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) 38%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 36%,” sebut riset  BRI-Danareksa Sekuritas.

Penurunan BI Rate, lanjut riset BRI-Danareksa Sekuritas, juga akan mengurangi tekanan terhadap PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Keduanya memiliki porsi deposito dengan kategori khusus sebanyak 40% dari total DPK.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi dan surat berharga lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (BI) juga dapat meningkatkan likuiditas perbankan. Pada 16 Januari, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun ditutup di 7,11%, turun 9,75 bos dari hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 7 Januari atau lebih dari sepekan terakhir.

Sementara per 10 Januari, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing berada di 7,06%, 7,1%, dan 7,23%. Turun dibandingkan lelang 3 Januari 2025 yang masing-masing 7,16%, 7,2%, dan 7,27%.

Kinerja BNI

Salah satu bank yang akan merasakan dampak dari penurunan BI Rate BNI. Penurunan BI Rate memberikan keuntungan utama bagi bank dengan proporsi deposito berjangka (time deposit) yang besar. BNI, yang memiliki sekitar 40% deposito dalam kategori khusus, mampu mengurangi biaya pendanaannya secara signifikan.

Penurunan BI Rate memberikan peluang strategis bagi bank untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kinerja keuangan. Selama periode penurunan BI Rate pada 2016-2018 sebesar 125 bps, misalnya, sektor perbankan mencatatkan pertumbuhan signifikan dari sisi harga saham.

Saham-saham bank besar, menunjukkan hubungan terbalik yang kuat dengan suku bunga acuan, dengan keuntungan rata-rata mencapai 74-108% . Saham BBNI pun demikian, seperti terlihat dalam grafik berikut:

(Dok. Bloomberg, BRIDS)

Penurunan BI Rate akan memberikan sejumlah sentimen positif bagi BBNI antara lain:

1. Efisiensi biaya dana. Struktur pendanaan BNI memungkinkan perseroan untuk menyesuaikan beban bunga lebih cepat seiring dengan penurunan BI Rate.

2. Portofolio pinjaman yang fleksibel. Dengan kombinasi pinjaman berbunga tetap dan mengambang, BBNI dapat menjaga margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) tetap stabil.

3. Penguatan likuiditas. Penurunan suku bunga acuan mendorong penurunan imbal hasil obligasi, yang memberikan keleluasaan lebih besar dalam pengelolaan likuiditas  .

Penurunan BI Rate memberikan peluang strategis bagi BBNI untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan. Dengan pengelolaan pendanaan yang efisien dan strategi portofolio yang adaptif, BBNI diharapkan mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika kebijakan moneter. Sebagai salah satu pemain utama sektor perbankan, BNI menawarkan prospek yang menjanjikan bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Prospek Saham BBNI

Pada penutupan perdagangan 16 Januari, harga saham BBNI ada di Rp 4.440. Naik 0,68% dari hari sebelumnya.

Mengutip Bloomberg, terdapat 35 analis yang memberikan rekomendasi atas posisi saham BBNI. Sebanyak 30 analis memberikan rekomendasi beli (buy). Angka ini mencapai 85,7% dari total analis yang terlibat.

Sementara target harga saham BBNI dalam 12 bulan ke depan ada di Rp 6.225,18/ Artinya, ada potensi keuntungan hingga 40,5% dari posisi saat ini.

(Dok. Bloomberg)

Dalam waktu dekat, harga saham BBNI juga berpeluang naik. Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), indikator Stochastic RSI sudah berada di 5,65. Jauh di bawah 20 yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).

Ruang kenaikan pun terbuka. Target resisten terdekat ada di Rp 4.878 yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka target selanjutnya ada di kisaran Rp 4.902-5.043. 

(tim)

No more pages