Logo Bloomberg Technoz

“Kami akan memberikan bantuan lebih terarah kepada mereka yang paling membutuhkan, terutama warga lanjut usia dan kelompok berpenghasilan rendah,” kata Wong dalam salinan pidatonya yang dirilis pemerintah. “Tidak ada yang akan ditinggalkan, karena kita semua ada dalam perjalanan ini bersama-sama.”

Wong, yang kini berusia 52 tahun, mengatakan bahwa Singapura telah berhasil mengatasi tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir, dengan pendapatan median naik 2,2% per tahun di atas inflasi selama dekade terakhir.

Ia juga mengaitkan pencapaian tersebut dengan konteks global yang penuh konflik, termasuk perang di Ukraina dan konflik di Timur Tengah, serta "rasa cemas dan kekhawatiran yang mendalam" di banyak negara mengenai masa depan.

“Singapura tidak kebal terhadap pergeseran suasana global dan tekanan ini,” katanya. Meski begitu, “kita tetap menjadi mercusuar keamanan, keselamatan, dan stabilitas di dunia yang penuh gejolak.”

Meskipun sektor keuangan Singapura terus menunjukkan kinerja yang kuat, Wong mengakui bahwa banyak dari sekitar enam juta penduduk negara itu masih merasakan tekanan dari biaya hidup sehari-hari.

Ia mengatakan bahwa anggaran 2025, yang akan diumumkan pada 18 Februari 2025, akan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja yang baik, menangani isu biaya hidup, dan memperkuat daya saing Singapura.

Wong baru-baru ini menjadi pemimpin Partai Aksi Rakyat (People’s Action Party), yang telah memegang kekuasaan sejak kemerdekaan Singapura pada 1965. Ia mengatakan bahwa peringatan 60 tahun kemerdekaan tahun depan akan menjadi momen untuk merayakan sekaligus merancang masa depan.

Meski partai tersebut hampir dipastikan mempertahankan kekuasaan dalam pemilu yang harus digelar paling lambat November 2025, perolehan suara partai menurun dalam pemilu 2020, sebagian karena kekhawatiran akan ketimpangan yang semakin besar. Tahun 2024 juga menjadi tahun penuh tantangan, termasuk penahanan mantan menteri karena kasus hukum.

“Pemerintah tidak selalu membuat keputusan yang tepat pada awalnya. Namun, seperti biasa, kami terbuka kepada warga Singapura ketika kami tidak memenuhi harapan atau bisa berbuat lebih baik,” ujar Wong. “Kami belajar dari kegagalan, terus memperbaiki diri, dan memberikan yang terbaik untuk melayani semua warga Singapura.”

(bbn)

No more pages