Logo Bloomberg Technoz

Pada pembukaan pasar Asia pagi ini, yen dibuka menguat di kisaran sempit 0,09%, juga dolar Singapura 0,04% dan yuan offshore naik tipis 0,02%. 

Latar belakang itu memberi sinyalemen kemungkinan akan sulit bagi rupiah untuk menguat meyakinkan. Kemarin rupiah berhasil bertahan ditutup bergeming tersokong animo yang meningkat dalam lelang Surat Utang Negara yang membukukan kenaikan incoming bids lebih dari 30%.

Namun, hari ini sentimen dalam negeri cenderung sepi. Kementerian Keuangan RI bila tidak ada aral melintang dijadwalkan menggelar konferensi pers kinerja APBN termutakhir pada siang nanti.

Inflasi AS naik

Konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg sampai pagi ini menghasilkan median 0,3% untuk inflasi CPI November secara bulanan. Bila terealisasi, maka terjadi kenaikan karena pada bulan sebelumnya inflasi CPI tercatat 0,2%.

Secara tahunan, inflasi CPI Amerika diperkirakan naik juga 2,7% pada November, dibanding bulan sebelumnya sebesar 2,6%.

Adapun inflasi inti CPI diperkirakan sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, tidak berbeda dengan bulan sebelumnya.

"Data inflasi November dapat membuat para pelaku pasar terus menebak-nebak tentang arah pemangkasan bunga acuan pekan depan. Prakiraan Bloomberg Economics mendukung ekspektasi pembacaan inflasi inti yang tidak stabil, sementara ada isyarat penurunan pada inflasi headline. Yang lebih mengkhawatirkan bagi para pembuat kebijakan, inflasi tampaknya akan berada di atas target tahun depan dengan beberapa permodelan menunjukkan ada rebound permintaan," kata Scott Johnshon, ekonom Bloomberg Economics dalam analisisnya.

(rui)

No more pages