Investor Waspadai Data Inflasi AS, Rupiah Dibayangi Pelemahan
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 December 2024 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan akan kembali tertekan dalam perdagangan di pasar spot, di tengah antisipasi para pemodal akan rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat nanti malam.
Indeks dolar AS masih melanjutkan keperkasaan, ditutup menguat 0,24% dini hari tadi di bursa New York di kisaran 106,33. Sentimen bearish juga masih melanda pasar surat utang AS, Treasury, di mana semua tenor mencatat kenaikan imbal hasil. Yield UST-10Y naik 2,5 bps ke 4,22% dan tenor 2Y naik 1,9 bps di 4,14%.
Para pemodal cenderung makin berhati-hati dan memilih mengurangi risiko, mengantisipasi akankah data CPI nanti malam bisa memperkuat skenario pemangkasan bunga acuan Federal Reserve atau akan menahannya.
Lanskap global itu kemungkinan akan menekan rupiah. Di pasar forward, rupiah NDF dini hari tadi ditutup melemah 0,33% di kisaran Rp15.913/US$. Pagi ini, pada pembukaan pasar Asia, rupiah masih bergerak di kisaran yang sama. Level itu di bawah posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp15.865/US$.
Di Asia, investor menunggu rilis inflasi grosir Jepang pagi ini juga tingkat pengangguran Korea Selatan. Para pemimpin di Tiongkok juga dijadwalkan menggelar Central Economic Work Conference tahunan yang berlangsung hingga 12 Desember nanti.
































