Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Lebaran 2024 Rendah, Cerminan Daya Beli Lemah?

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 May 2024 12:12

Pembeli berbelanja kue kering di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (28/3/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembeli berbelanja kue kering di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (28/3/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Idul Fitri tahun ini relatif rendah. Apakah ini cerminan penurunan daya beli rakyat Ibu Pertiwi?

"Inflasi April lebih rendah dibandingkan Maret, yang bertepatan dengan awal Ramadan. Juga lebih rendah dibandingkan periode lebaran 3 tahun sebelumnya yaitu April 2023, Mei 2022, dan Mei 2021," ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (2/5/2024).

Amalia melaporkan terjadi inflasi 0,25% pada April dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,52%.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan inflasi April sebesar 0,3% mtm.

Menurut Amalia, perlambatan laju inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini karena teredam oleh penurunan harga (deflasi) beberapa komoditas. Paling terasa adalah beras.