Logo Bloomberg Technoz

Ikut AS-Inggris, Selandia Baru Tuduh China Lakukan Serangan Siber

News
26 March 2024 15:40

Ilustrasi kejahatan siber (Bloomberg Technoz)
Ilustrasi kejahatan siber (Bloomberg Technoz)

Matthew Brockett - Bloomberg News

Bloomberg, Selandia Baru, bergabung dengan AS dan Inggris, menuduh China melakukan serangan siber yang menargetkan lembaga demokrasi, termasuk parlemen mereka yang diretas pada 2021.

Badan Keamanan Komunikasi Pemerintah (Government Communications Security Bureau/GCSB) Selandia Baru telah menghubungkan antara aktor yang didukung negara Republik Rakyat China (RRC) dengan aktivitas peretasan yang menargetkan entitas parlemen, menurut pernyataan Menteri GCSB, Judith Collins, pada Selasa (26/03/2024) di Wellington.

"Pusat Keamanan Siber Nasional (National Cyber Security Centre/NCSC) dari GCSB menyelesaikan penilaian teknis yang kuat setelah terjadi pelanggaran di Kantor Penasihat Parlemen dan Layanan Parlemen pada tahun 2021," kata Collins. "Aktivitas ini dikaitkan dengan kelompok yang didukung negara RRC yang dikenal sebagai APT40. Untungnya, dalam kasus ini, NCSC bekerja sama dengan organisasi yang terkena dampak untuk menahan aktivitas tersebut dan menyingkirkan aktor tersebut segera setelah mereka berhasil mengakses jaringan."

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Inggris menuduh peretas China yang didukung negara tersebut menargetkan politisi, perusahaan, dan pembangkang selama bertahun-tahun, serta mencuri banyak data pemilih Inggris. Ini merupakan pengungkapan terbaru dari serangan siber yang dikaitkan Washington dan sekutunya dengan pemerintahan Presiden Xi Jinping. Baik AS maupun Inggris mengumumkan sanksi terhadap dua individu serta sebuah perusahaan di Wuhan, China.