Logo Bloomberg Technoz

China Mulai Serius Garap Proyek 'Simpan Listrik' Senilai Rp60 T

News
18 March 2024 21:30

Ilustrasi panel surya. (Dok. Bloomberg)
Ilustrasi panel surya. (Dok. Bloomberg)

Dan Murtaugh—Bloomberg News

Bloomberg, Perusahaan listrik terbesar di China telah memulai pembangunan proyek senilai 28 miliar yuan atau US$3,9 miliar (sekitar Rp60,8 triliun) untuk menyalurkan listrik di tiga provinsi dan menyimpannya di waduk pegunungan seiring dengan meningkatnya penggunaan energi terbarukan yang bersifat intermiten.

Proyek ini mencakup saluran listrik bertegangan sangat tinggi sepanjang 1.069 kilometer (664 mil) dari provinsi Shaanxi di utara ke pinggiran Hefei, sebuah kota berpenduduk hampir 10 juta jiwa di Tiongkok timur, demikian dilaporkan Beijing Youth Daily yang dikelola pemerintah.

Di sekitar ujungnya, saluran listrik ini akan terhubung ke stasiun pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1,2 gigawatt. PLTA memanfaatkan waduk di ketinggian yang berbeda di pegunungan untuk menyimpan energi melalui gravitasi dan air.

Saluran listrik ini akan disuplai oleh tenaga surya dan angin, dengan generator batu bara sebagai cadangan.