Logo Bloomberg Technoz

Menyitir data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kamis (16/3/2023), akumulasi penjualan mobil pada bulan kedua tahun ini mencapai 86.954 unit atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 80.995 unit. 

Walakin, secara bulanan, pertumbuhan penjualan mobil pada Februari mulai mengalami perlambatan, dipicu oleh merosotnya penjualan kendaraan roda empat dari grup Astra yang notabene penguasa 54% pasar otomotif dalam negeri. 

Yusuf menyebut faktor pandemi dan kenaikan inflasi cenderung hanya berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah. Masyarakat dari kelompok tersebut selama ini masih bergantung pada bantuan sosial (bansos) atau subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk menyambung hidup.

Menurutnya, penjualan mobil yang sudah mengalami kenaikan sejak 2022 juga tidak terlepas dari insentif yang diberikan oleh pemerintah. Tahun lalu pemerintah memberikan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk beberapa jenis mobil.

"Peningkatan ini juga dibantu oleh pemerintah yang memberikan insentif untuk industri otomotif. Harga mobil menjadi lebih kompetitif dari sebelumnya bagi masyarakat kelas menengah ke atas yang konsumsinya meningkat tadi," paparnya.

Walaupun insentif tersebut sudah dihentikan oleh pemerintah, Yusuf meyakini kenaikan penjualan mobil masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Namun, mobil yang penjualannya mengalami kenaikan signifikan adalah mobil listrik.

Adanya insentif pembelian yang diberikan oleh pemerintah untuk kendaraan listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) paling sedikit 40% tentu saja memberikan pengaruh. Namun, insentif bukanlah satu-satunya faktor yang mendorong masyarakat dari kelompok menengah ke atas membeli mobil listrik.

"Di luar insentif tentunya aja faktor pendorong lainnya. Kelompok masyarakat ini lebih paham dan aware dengan keunggulan dari kendaraan listrik dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Belum ada insentif, tahun lalu penjualannya saja sudah meningkat," ujar Yusuf.

Gaikindo merekapitulasi akumulasi penjualan mobil di Indonesia pada Februari hanya mencapai 86.954 unit, tergelincir 7,6% dari bulan sebelumnya sejumlah 94.123 unit.

Dominasi penjualan mobil PT Astra International Tbk. (ASII) tercatat hanya sebanyak 46.564 unit pada bulan kedua tahun ini, merosot 8,25% dari capaian bulan sebelumnya sejumlah 50.755 unit. Sementara itu, penjualan mobil non-Astra 40.390 unit, terkontraksi 6,86% secara month to month (mtm) dari 43.368 unit.

Kendati demikian, penjualan mobil Astra secara tahun berjalan atau year to date (ytd) masih mencetak pertumbuhan 11,43% atau dari 87.331 unit pada Januari—Februari tahun lalu menjadi 97.319 unit rentang yang sama tahun ini. 

Berbanding lurus, penjualan mobil non-Astra secara ytd juga bertumbuh 7,64% atau dari 77.813 unit pada Januari—Februari tahun lalu menjadi 83.758 unit periode identik tahun ini. 

Pertumbuhan kumulatif tersebut merefleksikan daya beli dan geliat konsumsi di dalam negeri masih berdenyut pelan, apalagi mobil dengan permintaan paling tinggi sepanjang dua bulan pertama tahun ini didominasi oleh kelas menengah dan premium.

Penjualan Toyota dan Lexus secara ytd mencapai 56.386 unit atau naik 17,9% secara year on year (yoy), disusul Daihatsu dengan 34.457 unit, Isuzu 6.045 unit, UD Trucks 396 unit, serta Peugeot 35 unit. 

Dari lini non-Astra, penjualan mmobil Honda secara ytd tercatat sebanyak 30.156 unit, disusul Mitsubishi 22.404 unit, Suzuki 14.006 unit, Hyundai 7.089 unit, Wuling 1.802 unit, Nissan 309 unit, dan lainnya 7.992 unit. 

Seluruh angka-angka penjualan tersebut tidak termasuk transaksi untuk kendaraan roda empat berjenis low cost green car (LCGC).

(rez/wdh)

No more pages