Logo Bloomberg Technoz

RI Butuh Rp2.300 T Bangun Pembangkit dan Transmisi EBT

Dovana Hasiana
06 March 2024 20:05

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. (Dok. PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia membutuhkan anggaran US$152 miliar atau setara Rp2.300 triliun (asumsi kurs Rp15.000) untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) hingga 2040.

Adapun, PT PLN (Persero) menyampaikan akan terdapat penambahan kapasitas pembangkit listrik dengan total 80 gigawatt (GW) di mana 75% berbasis energi baru terbarukan (EBT) dan 25% berbasis gas dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2040.

Price tag [harga-nya] USD152 miliar, kita kali Rp15.000 [asumsi kurs], butuh sekitar Rp2.300 triliun antara hari ini sampai 2040,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam agenda Road to PLN Investment Days, Rabu (6/3/2024). 

Darmo, sapaan akrabnya, mengatakan anggaran itu dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung EBT, seperti pembangkit listrik dan transmisi atau yang disebut dengan istilah green enabling transmission. 

Sebab, terdapat perbedaan karakteristik dari pembangkit listrik berbasis hidro, geothermal dan gas. 

Artikel Terkait