Logo Bloomberg Technoz

Penurunan permintaan menjadi masalah utama. Impor batu bara termal Asia pada Januari tercatat US$ 77,65 juta metrik ton. Turun 5% dibandingkan bulan sebelumnya.

Impor batu bara India turun 3 bulan beruntun. Demikian pula di China, yang mengalami penurunan impor batu bara setelah pada Desember mencetak rekor tertinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara memang sedang bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 35,78. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 10,17. Sudah cukup jauh di bawah 20, yang berarti sudah jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, harga batu bara masih berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di US$ 123/ton. Jika tertembus, maka US$ 127/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 115/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara turun lagi ke US$ 113/ton.

(aji)

No more pages