Logo Bloomberg Technoz

China adalah konsumen batu bara terbesar dunia. Jadi perkembangan permintaan dan penawaran di sana akan sangat mempengaruhi harga. Sekarang kebetulan posisinya sedang kelebihan pasokan alias oversupply sehingga harga terkoreksi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara memang bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 28,84. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang di posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 20,53. Sudah sangat dekat dengan zona jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, ruang kenaikan harga batu bara menjadi terbuka. Target resisten terdekat adalah US$ 119/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga naik menuju US$ 130/ton.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 112/ton. Jika tertembus, maka harga batu bara bisa turun lagi menuju US$ 107/ton.

(aji)

No more pages