Logo Bloomberg Technoz

Harga Batu Bara Masih Terjebak di Tren Negatif

Hidayat Setiaji
20 February 2024 07:30

Aktivitas pemindahan batu bara PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. (Dok Dadang Tri/Bloomberg)
Aktivitas pemindahan batu bara PT Bukit Asam di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. (Dok Dadang Tri/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara turun pada perdagangan kemarin. Si batu hitam masih sulit lepas dari tren negatif.

Pada Senin (19/2/2024), harga batu bara di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 119,6/ton. Turun 0,29% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Dalam seminggu terakhir, harga batu bara berkurang 0,83% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga ambruk 7,64%.

Tingginya pasokan membuat harga batu bara terpangkas. Di China, produksi batu bara pada 2023 tercatat 4,66 juta metrik ton. Naik 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi.

Pada saat yang sama, China mengimpor 474,42 juta metrik ton batu bara tahun lalu. Melonjak 61,8% dan juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.