Logo Bloomberg Technoz

Dalam paparan, Sri Mulyani menjelaskan pasar obligasi Indonesia mencatat capital inflow Rp 33,97 triliun year-to-date (ytd). Sementara, outflow dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp7,57 triliun.

Kepemilikan SBN tradable juga masih didominasi oleh Bank Indonesia sebesar 26,2%, perbankan sebesar 24,5%, dan non-residential atau  asing sebesar 14,61%. 

Sri Mulyani mengungkapkan pasar SBN masih terjaga dengan yield untuk Indo Government Bond 10 tahun (INDOGB 10Y) sebesar 4,96%. Untuk yield SBN tenor 10 tahun sebesar 6,83%.

"Ini berarti yield-nya turun, harganya naik karena tadi terjadi capital inflow,” katanya.

Kepemilikan SBN oleh investor asing sampai 13 Maret 2023 (Bloomberg Technoz)

Meskipun demikian, lanjut Sri Mulyani, pihaknya berharap Amerika Serikat (AS) dapat segera menstabilkan sektor keuangannya pasca pernyataan Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome H. Powell yang akan tetap hawkish menaikan suku bunga. Kebijakan Powell berlaku di tengah kondisi inflasi masih tinggi, diikuti dengan terjadinya insiden SVB. 

"Kita lihat indeks volatilitas (VIX) dan indeks pasar obligasi (MOVE) mengalami lonjakan yang sangat besar hanya dalam waktu yang sangat singkat, dalam 24 jam. Ini yag mengakibatkan volatility index-nya bergejolak,” ungkapnya.

(tar/wep)

No more pages