Logo Bloomberg Technoz

Lembaga ini cenderung beroperasi secara diam-diam atau di balik layar sehingga beberapa analis mempertanyakan akuntabilitasnya.

Tahun lalu nama Big Fund menjadi sorotan dengan adanya penyelidikan anti-korupsi yang membuat beberapa pimpinan beserta beberapa direksi dicopot.

China memerintahkan penyelidikan perusahaan karena kurangnya terobosan dalam pengembangan semikonduktor untuk mengantikan impor bahan baku setelah pemerintah melakukan investasi besar di sektor itu. AS dan sekutunya juga terus meningkatkan pembatasan akses China ke teknologi-teknologi penting.

Zhang Xin tercatat pernah menjadi pejabat menengah di MIIT. Dia terdaftar sebagai inspektur kelas satu di situs web biro perencanaan kementerian. Kementerian tidak menanggapi permintaan komentar melalui faksimili mengenai penunjukan ini.

Big Fund sempat tidak aktif selama beberapa bulan setelah penyelidikan anti-korupsi yang terjadi di negara tersebut, tetapi pada awal tahun ini, perusahaan menjanjikan investasi tambahan ke Yangtze Memory, produsen cip memori utama China yang masuk dalam daftar hitam AS.

Awal bulan ini, Presiden China Xi Jinping juga mengatakan negaranya akan mengambil langkah-langkah tegas untuk mendukung pengembangan manufaktur kelas atas dan merombak birokrasi China sebagai bagian dari upaya besar-besaran untuk membuat ekonomi lebih mandiri dan tangguh.

Namun, di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Joe Biden ingin terus membatasi ekspor peralatan manufaktur semikonduktor ke China dengan serangkaian langkah pembatasan yang telah diumumkannya pada bulan Oktober 2022 yang bertujuan mencegah China mengembangkan industri cip canggih, seperti dilaporkan oleh Bloomberg News. 

— Dengan asistensi Ran Li.

(bbn)

No more pages