Logo Bloomberg Technoz

Lion Air Klaim 3 Unit 737-9 Max Beda Model dengan Alaska Airlines

Redaksi
08 January 2024 20:20

Penerbangan pertama oleh Lion Air (JT) dari Tiongkok – Shenzhen (SZX) ke Bali - Indonesia (DPS) (Dok, Humas Angkasa Pura I)
Penerbangan pertama oleh Lion Air (JT) dari Tiongkok – Shenzhen (SZX) ke Bali - Indonesia (DPS) (Dok, Humas Angkasa Pura I)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Maskapai Lion Air memastikan tiga unit pesawat Boeing 737-9 Max yang dimilikinya tidak serupa model pesawat yang terlibat insiden di Alaska Airlines 5 Januari lalu. 

Namun demikian Lion tetap mematuhi keputusan Kemenhub melalui Ditjen Hubungan Udara yang memutuskan pelarangan terbang Boeing 737-9 Max yang mereka operasikan. Selama temporary grounded tersebut, Lion Air akan melakukan inspeksi internal.

"Sejak 5 Januari 2024, Lion Air telah melakukan langkah-langkah pencegahan berupa inspeksi lebih lanjut pada ketiga pesawat itu," ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang M Prihantoro dalam keterangannya, Senin (8/1/2023). 

Danang menegaskan bahwa Boeing 737-9 Max yang dioperasikan di udara Indonesia tidak termasuk dalam kategori pesawat yang mengalami insiden terkait pintu darurat bagian tengah (mid cabin door). 

Boeing 737-9 Max Lion Air, kata dia, memiliki konfigurasi berbeda dengan pesawat yang terlibat insiden pintu darurat lepas milik Alaska Airlines di Portland, Oregon, Amerika Serikat tersebut. Seperti diketahui, 737-9 Max milik Alaska Airlines itu menggunakan tipe pintu darurat bagian tengah yang non-aktif [mid cabin door plug].