Logo Bloomberg Technoz

Kedatangan Tesla di Meksiko juga merupakan pencapaian besar bagi AMLO, sapaan akrab sang presiden. Sayangnya, dia tidak mendapatkan keinginannya agar pabrik tersebut ditempatkan di negara bagian yang ekonominya masih rendah.

Meski demikian, dia berhasil mendapatkan komitmen lingkungan dari Musk melalui percakapan telepon pada Senin (27/02/2023). Komitmen itu termasuk janji untuk menggunakan air daur ulang selama proses produksi, mengingat pabrik berada di lokasi dengan persediaan air yang terbatas.

“Beliau sangat tanggap, memahami kekhawatiran dan menerima usulan kami. Saya berterima kasih kepada Elon Musk karena sangat sopan, penuh perhatian, dan memahami pentingnya mengatasi masalah kelangkaan air,” kata AMLO. 

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO). (Sumber: Bloomberg)

Awal pekan lalu, AMLO menyatakan Tesla tidak akan mendapatkan izin jika air di area pabrik masih terbatas. Pada Juni tahun lalu, pihak berwenang terpaksa membatasi akses air bersih ke negara bagian León Baru karena kurangnya pasokan air.

Pemerintah Meksiko bahkan meminta petani dan industri di Monterrey, ibu kota León Baru, untuk menyediakan sebagian air mereka kepada penduduk selama berminggu-minggu selama kekurangan air akut. Sementara itu, AMLO juga meminta para pengusaha setempat untuk mengurangi konsumsi air mereka.

Baik AMLO maupun Tesla tidak memberikan perincian tentang fasilitas apa yang akan dibangun di pabrik tersebut. Namun, pernyataannya tentang air dalam proses produksi menyiratkan bahwa kendaraan akan dirakit dan dicat di sana.

Tesla memperkirakan bahwa pabriknya yang ada di California, Texas, Cina, dan Jerman dapat memproduksi 1,9 juta kendaraan per tahun, tetapi pabrik baru di Meksiko ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah tersebut lebih jauh lagi.

Perusahaan juga telah memulai produksi percontohan truk Semi di pabrik baterainya di Nevada yang rencananya akan diperluas menggunakan investasi US$3,6 miliar (Rp54,8 triliun) yang diumumkan bulan lalu. Presiden Joko Widodo juga telah menyatakan minatnya untuk membangun pabrik Tesla di Indonesia.

Pabrik Meksiko ini akan menjadi pabrik pertama Tesla di perbatasan AS di wilayah selatan. AMLO menyampaikan bahwa Meksiko tidak akan memberikan insentif yang serupa dengan yang ditawarkan oleh Amerika Serikat untuk baterai atau semikonduktor.

Lokasi penempatan pabrik yang tidak pasti memicu persaingan pemasaran antarnegara bagian Meksiko di mana para pemimpin berusaha mempromosikan daya tarik wilayahnya terhadap bisnis.

Pertumbuhan penjualan mobil listrik Meksiko terjadi karena meningkatnya permintaan asing untuk kendaraan ini. Negara bagian San Luis Potosi menerima investasi dari BMW senilai 800 juta euro (Rp13 triliun).

Selain itu, pembuat mobil lainnya seperti General Motors (GM) telah mengumumkan rencana untuk memperluas produksi kendaraan listrik di negara tersebut.

Bloomberg News melaporkan, Stellantis NV, yang membawahi merek Jeep dan Ram, juga sedang mempertimbangkan pembangunan pabrik Meksiko untuk produksi kendaraan listrik. Sementara itu, Ford Motor Co. tengah dalam proses pembangunan  pabrik Mustang Mach-E di Cuautitlán, Meksiko selama lebih dari setahun.

Sebagai dampak dari pandemi, sederet perusahaan memilih untuk pindah ke Meksiko untuk menghindari rintangan pasokan sambil mempertahankan akses ke pasar Amerika Utara. Bank mengharapkan hunian kawasan industri Meksiko mencapai rekor tertinggi pada 2023, yang akan meningkatkan perekonomian negara.

Sayangnya, reformasi yang dilakukan AMLO untuk memberikan prioritas utilitas negara atas penyedia listrik swasta telah membuat beberapa perusahaan waspada dan membatasi investasi mereka. AMLO juga sempat menimbulkan kontroversi dengan mengintervensi keputusan bisnis besar, termasuk penjualan unit lokal Citigroup Inc.

Saham Tesla turun kurang dari 1% pada pukul 10:10 pagi di New York.

--Dengan asistensi dari Craig Trudell.

(bbn)

No more pages