Logo Bloomberg Technoz

Fenomena ini terutama terjadi di kelompok ekonomi bawah dengan nilai pengeluaran per bulan di bawah Rp2 juta. Kelompok ini mencatat lonjakan penggunaan pendapatan untuk membayar cicilan utang terbesar dibandingkan kelompok pengeluaran lain. Kenaikannya mencapai 1,3 poin, melampaui angka rata-rata 0,5 poin.

Sementara itu, kelompok kelompok pengeluaran di atas Rp2 juta kebanyakan menurun konsumsinya dan meningkat pengeluaran untuk cicilan utang, namun mereka tetap bisa menabung. 

Hanya kelompok dengan pengeluaran Rp5 juta saja yang mencatat kenaikan pengeluaran untuk konsumsi pada November dan pada saat yang sama alokasi untuk cicilan utang dan tabungannya menurun.

Makin susah cari kerja

Mayoritas masyarakat Indonesia juga menilai, ketersediaan lapangan kerja saat ini seret, terindikasi dari angka Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang tergerus 4,3 poin ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, seperti ditunjukkan oleh hasil survei yang sama.

Sempitnya lapangan kerja terutama dirasakan oleh kelompok bawah dengan pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta, terendah dalam 12 bulan terakhir, dan dirasakan juga oleh kelompok atas dengan pengeluaran di atas Rp5 juta.

Berdasarkan umur, lapangan kerja yang sempit dirasakan oleh hampir semua kelompok umur di atas 30 tahun. Kelompok usia di atas 30 tahun ini juga yang paling pesimistis terhadap penciptaan lapangan kerja ke depan.

Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, hampir semua kelompok pesimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja terutama untuk lulusan Akademi dan Pasca Sarjana.

Alhasil, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja yang mengukur keyakinan masyarakat terhadap adanya pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan, anjlok 2,6 poin ke level terendah tiga bulan terakhir. 

Sebagai gambaran, sampai September lalu, hampir 20 juta orang di Indonesia masih berstatus pengangguran dan sebagian lagi masih mencari pekerjaan lebih layak menurut data Badan Pusat Statistik. Angkanya mencapai 17,2 juta orang, lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya di angka 16,69 juta orang.

Hasil survei konsumen November itu, secara keseluruhan menyimpulkan, masyarakat Indonesia tidak cukup yakin kondisi ekonomi akan lebih baik di masa mendatang dengan Indeks Keyakinan Konsumen turun 0,7 poin dibanding bulan sebelumnya.

(rui)

No more pages