Logo Bloomberg Technoz

Revisi PoD Tuntas, Investasi Blok Masela Jadi US$34,7 Miliar

Sultan Ibnu Affan
04 December 2023 18:10

Ilustrasi pekerja LNG (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi pekerja LNG (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan total biaya investasi dan pengembangan operasi Lapangan Abadi Blok Masela mencapai US$34,7 miliar (Rp536,8 triliun), atau lebih besar dari estimasi sebelumnya senilai US19,8 miliar.

Estimasi baru itu diperkirakan setelah pemerintah menyetujui pengajuan revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) oleh Inpex Corporation, salah satunya yakni menambahkan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture storage (CCS) pada 28 November lalu.

Melansir laman Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, perkiraan total biaya tersebut meliputi biaya investasi (di luar sunk cost) sebesar US$20,9 miliar (termasuk biaya CCUS US$1,08 miliar), biaya operasi sebesar US$12,9 miliar, dan biaya Abandonment and Site Restoration (ASR) sebesar US$830 juta.

"[Dengan demikian], Inpex dapat melaksanakan kegiatan pengembangan Lapangan Abadi sesuai PoD," ujar Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam siaran resmi,  Senin (4/12/2023).

Dari total biaya tersebut, nantinya Inpex bakal melaksanakan desain dan rekayasa atau front-end engineering and design (FEED) untuk Onshore Liquefied Natural Gas (OLNG), Floating Production Storage and Offloading (FPSO), Gas Export Pipeline (GEP) dan Subsea Umbilical, Riser dan Flowline (SURF) pada 202.