Logo Bloomberg Technoz

Adu Kuat Peta Koalisi Capres di Pemilu 2024

Pramesti Regita Cindy
19 September 2023 10:10

Kolase foto Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo. (Bloomberg Technoz- Tangkapan Layar Instagram @prabowo, @ganjar_pranowo)•
Kolase foto Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo. (Bloomberg Technoz- Tangkapan Layar Instagram @prabowo, @ganjar_pranowo)•

Bloomberg Technoz, Jakarta - Peta Koalisi partai politik pengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilu 2024 hampir final. Dua partai politik pemegang kursi DPR, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mulai menunjukkan tanda arah labuan politiknya.

Partai Demokrat kabarnya akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai capres Pemilu 2024. Hal ini semakin kuat usai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memboyong petinggi partainya ke rumah Prabowo di Hambalang, Minggu (17/9/2023).

Sedangkan PKS, yang awal dikabarkan akan hengkang, nampaknya akan tetap berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Partai ini nampaknya mulai menerima keputusan Partai Nasdem dan capres Anies Baswedan untuk memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai cawapres. Toh, koalisi ini memang butuh PKS agar memenuhi syarat presidential threshold.

Berdasarkan kekuatan suara di DPR, Pengamat Politik Universitas Airlangga, Kacung Marijan menilai, KIM menempati posisi paling atas. Koalisi ini menguasai nyaris 50% kursi DPR yaitu 261 dari total 575 kursi parlemen.

Para pengusung Prabowo di DPR terdiri dari Partai Gerindra yang menguasai 78 kursi; Partai Golkar 85 kursi; Partai Amanat Nasional (PAN) 44 kursi; dan Partai Demokrat 54 kursi. Sedangkan partai non-DPR di tubuh KIM adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora; serta kemungkinan Partai Garuda, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).