Kesepakatan ini menjadi indikasi terbaru bahwa perusahaan pengembang AI semakin memperluas keterlibatan mereka dalam industri energi dan mengurangi ketergantungan pada perantara dalam upaya mengamankan peralatan pembangkit listrik yang pasokannya semakin terbatas.
Transaksi tersebut juga mencerminkan upaya Anthropic untuk memperoleh kendali lebih besar atas infrastruktur yang menopang operasional AI-nya. Sebelumnya, perusahaan sangat bergantung pada mitra untuk mengamankan pasokan listrik, chip, pusat data, dan lahan.
Pada Senin, Anthropic menyatakan berencana mengeluarkan belanja lebih dari US$895 miliar (Rp16,2 kuadriliun)dalam beberapa tahun mendatang. Sebagian besar pengeluaran tersebut akan dialokasikan untuk biaya komputasi dan infrastruktur.
OnePWR dan Anthropic menolak memberikan komentar kepada FT. Keduanya juga belum segera menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg.
(bbn)





























