Sebelumnya, laporan dari Negeri Paman Sam menjadi pengatrol harga emas. Perubahan peta politik di Negeri Adikuasa amat memengaruhi sentimen pasar. Pemilu sela (midterm) AS, Partai Demokrat memastikan kendali atas dua sisi parlemen, House of Representatives (DPR) dan Senat.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut, harga emas menguat menembus US$4.100 per troy ons, melanjutkan penguatan seiring kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS meningkatkan harapan penyelesaian konflik AS-Iran.
“Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” mengutip paparan BRI Danareksa. Terlebih penguatan emas turut didukung penurunan imbal hasil US Treasury, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Berikut pergerakan saham emas pada perdagangan pagi–siang hari ini, Kamis (5/11/2026):
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 10,4% ke posisi Rp960
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 7,54% ke posisi Rp5.700
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 7,14% ke posisi Rp330
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 6,56% ke posisi Rp1.460
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 6,54% ke posisi Rp2.770
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 5,41% ke posisi Rp428
Kenaikan harga emas di pasar spot sejatinya bakal memberi keuntungan untuk emiten-emiten pertambangan dan/atau yang terkait dengan bisnis emas. Utamanya mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Baik secara langsung atau tidak langsung, nantinya ikut meningkatkan pendapatan perusahaan emiten emas.
Dalam jangka menengah, harga maupun permintaan emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan kedepannya, juga sejalan dengan arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). Emas diuntungkan bila The Fed bersikap lebih dovish terhadap bunga acuan, berkat penyelesaian konflik AS-Iran melalui jalur diplomasi dan meredanya risiko gangguan pasokan energi.
Implikasinya, Kemenangan Demokrat berpotensi meningkatkan pengawasan Kongres terhadap kebijakan pemerintahan Trump. Kondisi ini dapat memengaruhi dinamika kebijakan fiskal, perdagangan, dan geopolitik AS selanjutnya.
Bagi investor global, perkembangan politik AS perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan sentimen pasar keuangan.
Jika mencermati terhadap kacamata analisis teknikal, ada kemungkinan harga bisa naik lagi melanjutkan tren rebound, terlihat dari indikator Stochastic RSI yang menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Level resistance US$4.200 per troy ons jadi target terdekat. Apabila level resistance ini berhasil break dengan volume yang tinggi, maka resistance potensial harga emas selanjutnya menuju US$4.292 hingga US$4.330 per troy ounce.
Namun apabila tertekan profit taking nantinya, target support terdekat ada di US$4.060 hingga support psikologis US$4.000 per troy ons teknikal harga emas (time frame daily). Dari sini, ada risiko untuk menguji level US$3.967 per troy ons.
(fad)




























