Logo Bloomberg Technoz

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas dunia menyentuh posisi terendah dalam setahun terakhir.

Aksi bargain hunting alias ‘serok’ di bawah sepertinya menjadi pemicu kebangkitan harga emas. Maklum, sepertinya harga sudah ‘murah’ sehingga menarik di mata pelaku pasar.

“Kami melihat ada aksi dip buying di pasar hari ini. Investor, dan mungkin sejumlah bank sentral, sepertinya akan menambah kepemilikan emas mereka. Namun, emas masih berada dalam posisi rawan,” kata Justin Lin, Strategist di Global X ETFs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Ole Sloth Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank AS, menilai harga emas masih akan dibayangi oleh likuiditas yang mengering serta aksi jual teknikal. Harga emas masih berisiko turun lagi.

“Harga emas ditutup di bawah level kunci di 3.886/troy ons akhir pekan lalu. Ini membuat harga emas rentan terhadap risiko koreksi. Penembusan harga kembali ke atas US$ 4.000/troy ons dibutuhkan untuk memulihkan outlook netral dalam jangka pendek,” jelas Hansen, juga diberitakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages