Pada Agustus lalu, Ablakwa telah menerima jaminan dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bahwa Moskow akan menghentikan “perekrutan ilegal” dari negara Afrika Barat tersebut. Saat itu, Ablakwa mengatakan sebanyak 62 warga Ghana tewas dalam perang, sementara 15 lainnya dinyatakan hilang.
Ukraina telah mengidentifikasi hampir 46.000 warga asing dari 151 negara yang menandatangani kontrak dengan militer Rusia, termasuk lebih dari 5.000 warga Afrika. Informasi tersebut tercantum dalam sebuah presentasi yang diperoleh dari sejumlah sumber yang mengetahui informasi intelijen Ukraina.
Ghana dan Rusia juga sepakat untuk mengupayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berkapasitas 2.000 megawatt guna memperkuat ketahanan energi dan mendukung industrialisasi, kata Ablakwa. Kedua negara juga mencapai kesepakatan pertahanan baru yang mencakup pengadaan peralatan bagi angkatan bersenjata Ghana.
(bbn)






























