Logo Bloomberg Technoz

Destry mencontohkan respons positif pasar terhadap perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). 

Menurutnya, ekspektasi bahwa The Fed tidak menaikkan suku bunga dapat memberikan dampak positif terhadap pergerakan nilai tukar.

Meski demikian, Destry menegaskan BI berkomitmen menjaga stabilitas rupiah untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif

"Fokus di kita itu adalah memang menjaga stabilitas Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga. Supaya bisa terkita iklim ekonomi yang kondusif untuk, nantinya bisa ekonomi di sektor riilnya bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan," pungkasnya. 

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Hashim meminta anggota Kamar Dagang dan Industri atau Kadin tidak terlibat dalam praktik tersebut dan mendorong penghentian aktivitas penggorengan saham. 

Hashim memperingatkan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik yang dinilai tidak sehat di pasar modal.

"Saya mohon kepada kawan-kawan dari Kadin, ini masalah sangat-sangat serius, karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah," ujarnya.

Hashim bahkan memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga Rp20.000-Rp21.000/US$ apabila arus investasi asing keluar dari pasar saham Indonesia. Dia juga menyebut kemungkinan rupiah mencapai Rp22.000/US$.

Menurut dia, pelemahan rupiah ke level tersebut akan meningkatkan beban pembayaran pinjaman luar negeri dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi perekonomian Indonesia.

“Jangan sampai rupiah jadi Rp21.000, Rp22.000. Ini jadi punya dampak politik yang luar biasa negatif,” katanya.

(lav)

No more pages