Logo Bloomberg Technoz

Kalium humat yang diuji coba merupakan produk hasil pengolahan batu bara berkalori rendah. Produk tersebut mengandung unsur hara kalium yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung proses fotosintesis serta membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap tekanan lingkungan.

Selain kandungan unsur haranya, kalium humat berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah. Potensi tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan produk, terutama pada lahan yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.

Meski demikian, efektivitas produk di lahan Sawahlunto masih perlu dilihat melalui hasil pengujian. Pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen menjadi bagian penting untuk menilai sejauh mana pupuk tersebut dapat mendukung produktivitas pertanian setempat.

PTBA Dorong Hilirisasi Batu Bara untuk Ketahanan Pangan

Dok. PTBA

Asset Development Section Head PTBA Unit Penambangan Ombilin, Sugiatno, berharap penggunaan kalium humat dapat memberikan dampak positif terhadap hasil panen petani. Ia menilai uji coba tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan produk hilirisasi pertambangan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Tentu harapan kami, dengan pengaplikasian pupuk kalium humat ini, hasil panen gabah para petani di Kelompok Tani Tampang Jaya dapat meningkat. Ini langkah konkret PTBA untuk mengoptimalkan manfaat produk hilirisasi pertambangan agar tidak hanya untuk operasional internal, tetapi juga berdampak langsung bagi peningkatan taraf hidup petani," jelas Sugiatno.

Pengembangan kalium humat di Sawahlunto bukan merupakan pengujian pertama bagi PTBA. Sebelumnya, pengujian produk hilirisasi batu bara tersebut telah dilakukan di Sumatera Selatan dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Perusahaan menyebut hasil pengujian sebelumnya memuaskan dan sesuai dengan target riset.

Pengalaman dari wilayah lain menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan pengujian di Sumatera Barat. Namun, hasil di setiap lokasi tetap perlu memperhatikan karakteristik lahan, kondisi tanaman, serta penerapan pupuk agar manfaatnya dapat dievaluasi sesuai kondisi pertanian setempat.

Dalam pelaksanaan program di Sawahlunto, tim peneliti UGM yang dipimpin Anton Sujarwo dan Nidha Nikmah Chairunnisa memberikan sosialisasi serta edukasi teknis kepada petani. Pendampingan tersebut mencakup panduan praktis penggunaan kalium humat agar penerapannya di lahan pertanian dapat dilakukan sesuai arahan teknis.

Keterlibatan peneliti dan petugas pendamping menjadi bagian penting dalam memperkenalkan teknologi baru kepada petani. Melalui edukasi langsung, petani diharapkan memahami cara pemanfaatan produk sekaligus dapat mengamati hasil penerapannya pada tanaman yang dibudidayakan.

Program ini juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3). Pemerintah daerah menerjunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Dukungan tersebut mempertemukan peran perusahaan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam pengembangan inovasi pertanian. Kolaborasi ini diharapkan membantu proses uji coba berjalan dengan pendampingan yang memadai sekaligus memperkuat pemahaman petani mengenai pemanfaatan pupuk hasil hilirisasi batu bara.

Bagi PTBA, pengembangan kalium humat merupakan bagian dari upaya memperluas penggunaan batu bara sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Hilirisasi tidak hanya diarahkan pada pengembangan produk untuk kebutuhan industri energi, tetapi juga pada kemungkinan pemanfaatannya untuk sektor lain yang memiliki kaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang untuk memperoleh manfaat dari inovasi tersebut. Apabila hasil pengujian menunjukkan efektivitas yang sesuai dengan target, kalium humat berpotensi menjadi alternatif pendukung pengelolaan tanah dan produktivitas tanaman.

Melalui uji coba di lahan Kelompok Tani Tampang Jaya, PTBA berharap inovasi berbasis riset tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan pertanian lokal dan ketahanan pangan nasional. Perusahaan juga berharap pemanfaatan produk hilirisasi batu bara dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

(tim)

TAG

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone